Harga Daging Melonjak, Ini Penjelasan Kabid Peternakan

oleh -421 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PERTANIAN PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (30/05/2018)

Memasuki bulan suci Ramadhan harga daging langsung naik drastis. Semula Rp 100 ribu naik menjadi Rp 120 ribu. Terkait kenaikan itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan KSB, Kusmirin mengemukakan alasannya. Menurut laporan yang diterima bahwa tahun ini para jagal sulit mendapatkan sapi yang akan dipotong untuk dijual dagingnya. Pasalnya bulan puasa ini bertepatan dengan hasil panen masyarakat sehingga masyarakat tidak terdesak untuk menjual cepat ternaknya. Masyarakat masih memiliki uang untuk menghadapi puasa dan lebaran. Kenapa hasil pertanian mempengaruhi jual beli ternak ? Kusmirin mengatakan sebagian besar petani di KSB menjadikan peternakan hanya sebagai pekerjaan sampingan, dan sebagian besar petani pasti memiliki hewan ternak. Sudah menjadi hukum ekonomi pada musim panen pasti tingkat penjualan ternak rendah, sebaliknya apabila di musim kemarau atau memasuki musim tanam pertama pasti banyak peternak yang menjual ternaknya.

Faktor lain yang mempengaruhi kenaikan harga daging di KSB, ungkap Kusmirin, peternak tidak akan menjual sapinya di bawah harga sebelumnya. Padahal ketika mengacu pada hukum pasar nasional harga daging kadang naik dan turun tergantung dengan harga jual beli ternak. Tapi di KSB harga beli ternak tidak terpengaruh pasar. Misalnya tahun lalu harga sapi siap potong Rp 8 juta per ekor, dan harga tahun ini harus di atas tahun lalu. Ini juga mempengaruhi harga daging di KSB naik. Demikian dengan harga daging di pasaran ketika sudah naik pasti sangat sulit untuk turun.

Disinggung populasi ternak di KSB, Kusmirin mengaku semakin meningkat. Apalagi di KSB diperkuat dengan program Bariri Ternak dengan pengadaan ribuan ekor ternak yang sudah disebarkan ke masyarakat melalui pola yang sangat menarik untuk mempertahankan bantuan tetap ada. Ini berdampak positif pada kuantitas ternak yang grafiknya naik drastic. “Intinya bukan masalah ternak yang kurang membuat harga daging naik,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *