SUMBAWA BESAR, SR (27/04/2018)
Wakil Bupati Sumbawa menghadiri “Temu Lapang dan Panen Raya Jagung” yang diprakarsai Kelompok Tani Ledang Permai dan Perusahaan Jagung BISI di Desa Ledang Kecamatan Lenangguar, Kamis (26/4) kemarin. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Wakapolres, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Camat Lenangguar serta jajarannya, Pimpinan PT. BISI, Kepala Desa serta anggota kelompok tani.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu Bupati telah mencanangkan Gerakan Petani Menabung untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat (GPM-Sahabat) di Kecamatan Moyo Utara. Gerakan ini dicanangkan sehubungan dengan melimpahnya hasil panen jagung di wilayah tersebut, sehingga pemerintah berinisiatif mengarahkan dan memberikan pemahaman kepada para petani untuk menabung atau menyisihkan sebagian dari hasil panen guna mempersiapkan kebutuhan masa depan, seperti pendidikan anak, kesehatan maupun hari tua.
Diungkapkan Wabup bahwa tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan produksi jagung sebesar 1 juta ton. Pada Maret lalu Pemerintah Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan PT. Seger Nusantara telah mampu melakukan ekspor jagung ke Fhilipina sebesar 100.000 ton. Selain produksi jagung yang melimpah, Sumbawa juga memiliki potensi limbah jagung yang cukup besar seperti jerami, tongkol dan juga klobot atau kulit buah jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Bahkan limbah jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai biomassa, yakni salah satu sumber energi baru dan terbarukan.
Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya gagasan tentang integrasi jagung dan sapi yang selama ini pengembangannya masih dilakukan secara parsial. Pemerintah Kabupaten Sumbawa kemudian mencanangkan program Gema Jipi, yakni program yang mengkolaborasikan sektor pertanian melalui tanaman jagung dengan sapi pada sektor peternakan. Integrasi pertanian jagung dan peternakan sapi berorientasi pada bisnis dan industri, agar target untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kedua komoditas tersebut benar-benar dapat tercapai.
Disampaikan pula, masyarakat petani maupun peternak juga harus berpikir ke arah bisnis dan industri. Peternak tidak cukup hanya memelihara dua atau tiga ekor sapi. Begitu pula petani, harus mulai berpikir tentang mengolah limbah jagung menjadi pakan sapi, agar pada masa tertentu peternak tidak kesulitan mendapatkan pakan. “Terakhir, saya berharap kepada kita semua, untuk tidak menanam jagung dengan cara tidak membabat area hutan karena akan merugikan kita semua,” ujarnya.
Sebelumnya Camat Lenangguar, Drs. Surianto dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa sebelum panen raya ini dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan acara Temu Lapang dengan nara sumbernya dari Sumbawa. Produksi jagung, khusus kecamatan Lenangguar tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, dengan luas area tanam kurang lebih 800 hektar. Dari data UPT Pertanian, untuk lokasi jagung terluas di Kecamatan Lenangguar berasal dari Desa Ledang, kemudian Desa Telaga, Desa Tatebal dan Desa Lenangguar dengan perkiraan hasil rata-rata 7 ton perhektar dengan menggunakan bibit BISI 18. (SR)






