Berbau Gratifikasi, Bupati Tunda Keberangkatan ke Korsel

oleh -327 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (06/04/2018)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc terpaksa membatalkan keberangkatannya ke Korea Selatan, Selasa (10/4) mendatang. Sedianya Bupati diundang oleh PT Gimco—investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Sumbawa untuk pembuatan pelet dari limbah jagung. Semua biaya ditanggung perusahaan tersebut sebagai tindak lanjut dari kesepakan investasi yang terjalin antara Pemda Sumbawa dan perusahaan asal Korsel tersebut.

Bupati Sumbawa yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Jumat (6/4) memastikan batalnya keberangkatannya ke Korsel dan akan dijadwalkan di lain waktu. Ada beberapa alasan penundaan ini, karena perjalanan dinas luar negeri harus menggunakan paspor biru sebagai pejabat negara. Alasan lain, di dalam anggaran APBD Sumbawa tidak ada DIPA perjalanan dinas luar negeri. Biaya keberangkatan pulang pergi dan lainnya memang ada karena telah disiapkan perusahaan asal Korsel ini. Tapi Bupati mengaku tidak siap karena menganggap biaya dari perusahaan itu berbau gratifikasi. “Manakala dibiayai perjalanan dinas oleh pihak luar yang ada kepentingan dengan pemerintah daerah itu terindikasi gratifikasi. Ini saya putuskan setelah saya coba berdiskusi dengan Staf Ahli Bidang Hukum kami di Pemda, kemudian saya bicara langsung dengan Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) yang kebetulan sebagai sahabat saya sejak lama. Kata beliau yang namanya pemberian atau penyediaan fasilitas apabila itu ada kepentingan dengan pemerintah, maka termasuk gratifikasi. Jadi saya tidak berani,” ujar Bupati.

Sebenarnya Bupati mengaku rugi dengan penundaan keberangkatan ini. Sebab yang dibicarakan di Korsel adalah bagaimana memetakan Sumbawa tentang potensi-potensi yang mereka (investor) butuhkan. Apalagi mereka tertarik menanamkan investasinya dengan mengolah limbah jagung menjadi pelet (pakan). Tentu dengan penundaan ini membuat mereka kecewa. Karena di Korsel mereka beserta perangkat kerjanya sudah siap menyambut. “Bisa kita kita bayangkan bagaimana peningkatan ekonomi masyarakat kita khususnya petani manakala dibangun pabrik pengolahan limbah jagung ini. Selama ini limbah jagung dibuang dan dibakar karena dianggap barang tak berguna. Dengan adanya investor itu semua menjadi berguna karena limbah bisa menjadi uang. Yang diuntungkan sudah pasti masyarakat kita,” tandasnya.

Meski demikian, Bupati menyatakan akan berusaha berangkat ke Korsel dengan menyediakan anggaran perjalanan dinas di DIPA dengan melakukan pergeseran anggaran dari perjalanan dinas luar daerah dialihkan menjadi perjalanan dinas luar negeri. “Kita sedang mencari waktu dan berupaya menjalin komunikasi untuk dijadwalkan kembali. Ini sangat penting, rugi kalau kita tidak hadir di sana,” pungkasnya. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *