Bantu Ekonomi Sumbawa, BRI Salurkan 1,5 Triliun

oleh -509 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (23/04/2018)

Bank BRI terus berkomitmen membantu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa. Untuk Tahun 2017, BRI Cabang Sumbawa telah menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) mencapai Rp 358 Miliar kepada puluhan ribu nasabah. “Kami tetap berkomitmen membantu pertumbuhan ekonomi di sini, dari tahun ke tahun alokasi terus mengalami peningkatan,” ungkap Pemimpin Cabang BRI Sumbawa, Raden Pandu Bagja Sumawijaya kepada SAMAWAREA, kemarin.

Memang diakui Pandu–akrab ia disapa, KUR yang disalurkan Rp 358 M tapi total pinjaman yang telah diberikan BRI kepada masyarakat Sumbawa untuk menggerakkan ekonomi senilai total Rp1,5 Triliun pada posisi Desember 2017. Penyaluran kredit ini terbilang terbesar dibandingkan bank BUMN lainnya. Namun demikian pihaknya berharap masyarakat dan pemerintah daerah juga ikut membantu asupan dana BRI dengan cara meningkatkan simpanan, sehingga BRI bisa menambah kreditnya. Sebab saat ini simpanan baru mencapai Rp 800 miliar, artinya masih ada jomplang sebesar Rp 700 miliar dari dana yang disalurkan BRI Rp 1,5 triliun. Sehingga untuk menutupi kekurangan ini kami harus meminjam dana dari kantor pusat atau BRI-BRI yang memiliki dana berlebih. “Kan kita sudah bantu pergerakan ekonomi masyarakat. Kami harapkan masyarakat juga membantu kami untuk menambah kreditnya. Kami juga butuh asupan dana dari masyarakat, agar kami juga bisa terus menambah unit kerja lagi. Karena masih banyak tempat-tempat yang belum tersentuh bank. Sinyal aja belum ada, apalagi bank, gitu kan. Kami harapkan dengan satelit kami nanti, kami nggak perlu bergantung sama alat komunikasi. Kami tinggal buka unit kerja dimana–mana untuk membantu masyarakat,” kata Bankir muda ini.

Terkait dibukanya unit kerja, Pandu belum bisa mengatakannya karena masih ada konsolidasi holding BUMN. Meski demikian pihaknya tetap berharap dukungan pemerintah dalam hal keberadaan unit kerja baru. Pasalnya rekomendasi pemerintah dibutuhkan untuk lokasi unit kerja baru tersebut.

KREDIT MACET

Di bagian lain Pandu mengakui semua bank tidak terlepas dari persoalan kredit macet hanya persentasenya yang beragam. Untuk BRI Sumbawa tercatat kredit macet sekitar 0,2 % dari Rp 1,5 T yang disalurkan. Jumlah kredit macet ini jauh di bawah batas toleransi. “Kalau bank itu batasnya 3 persen. BRI secara global sekitar di 0,7. Kita di Sumbawa 0,2 %. Bahkan ada bank BUMN lain kredit macetnya aja tembus 1,7 persen,” ujarnya.

Kredit macet ini terjadi salah satunya karena nasabah mengalami persoalan rumah tangga. Sebab mereka meminjam untuk usaha. Ketika terjadi perceraian, perselingkuhan dan jatuh sakit, maka usahanya akan terganggu. Karena usaha tidak jalan, modal terbagi dan khusus yang sakit digunakan untuk berobat. Meski demikian Pandu memberikan solusi. “Nah kalau mereka bermasalah, satu kuncinya jangan putus komunikasi sama bank. Karena bank juga akan membantu untuk menyelesaikan, salah satunya memperpanjang waktu jatuh tempo,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *