SUMBAWA BESAR, SR (09/03/2018)
Semua sopir armada bus yang berada di Terminal Sumer Payung dites urine, Kamis (8/3) kemarin. Saat melakukan tes urine, Satlantas Polres Sumbawa menggandeng Satresnarkoba dan BNN Sumbawa, serta PT Jasa Rahardja. Selain sopir seluruh penumpang bus dan agen terminal ikut disasar. Namun mereka hanya dilayani pengobatan gratis. Pastinya pengobatan gratis ini disambut antusias. Sementara bus yang dijadikan armada angkutan tak luput dari pemeriksaan untuk memastikan laik jalan atau tidak.
Kegiatan ini disaksikan Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP. Gusriyadi Abustan SH dan Kepala Jasa Raharja Cabang Sumbawa, N. Andhika Panji W. Kapolres Sumbawa, AKBP. Yusuf Sutejo SIK ST juga turun melakukan pemantauan jalan kegiatan yang dirangkaikan dengan Operasi Keselamatan Gatarin 2018.
Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo mengatakan, kegiatan ini merupakan kepedulian pemerintah, polisi, Jasa Raharja dan stakeholder terkait. Kegiatan ini juga untuk menyukseskan Operasi Keselamatan Gatarin 2018 yang mengedepankan upaya preventif dan preemtif guna menekan angka kecelakaan lalulintas. “Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Jasa Raharja, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya,” ujar kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP. Gusriyadi Abustan, SH.
Untuk diketahui, Operasi Keselamatan ini dilaksanakan selama 21 hari. Khusus dalam pemeriksaan kesehatan gratis, pihaknya melakukan tes urine terhadap pengemudi bus. Sedikitnya 20 sopir disasar. Ini dimaksudkan agar para sopir terbebas dari pengaruh narkoba maupun minuman keras, sebab di tangannya keselamatan para penumpang. Dari hasil tes urine, semua sopir dinyatakan negative.
Kepala Jasa Raharja Cabang Sumbawa, N. Andhika Panji W, menambahkan, kegiatan pengobatan gratis memang rutin dilaksanakan. “Hari ini kami bekerjasama dengan teman-teman dari kepolisian. Ini kegiatan rutin yang biasa kami lakukan setiap bulannya,” jelas Panji, akrab dia disapa.
Selain itu, pihaknya juga kerap melakukan sosialisasi rutin ke sekolah, kampus dan desa. Mereka melakukan sosialisasi sebagai bentuk kepedulian. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas. Terkait pemeriksaan kendaraan angkutan, memang harus ada koordinasi lebih lanjut. Setelah dilakukan pengecekan, semua kendaraan dinyatakan layak jalan. Setiap kendaraan tersebut akan berangkat juga selalu dilakukan pengecekan. Ini sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan. (JEN/SR)






