Inilah Enam Duta Sumbawa di OSN SD Provinsi

oleh -426 Dilihat
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SD, Tenri SE

SUMBAWA BESAR, SR (25/03/2018)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa menetapkan 6 siswa terbaik untuk mewakili daerah ini pada Seleksi Olimpiade SAINS Nasional (OSN) SD tingkat Provinsi NTB, April mendatang. Hal ini setelah siswa tersebut menjadi yang terbaik pada OSN tingkat Kabupaten Sumbawa yang sukses digelar di SDN 2 Sumbawa, 15 Maret 2018 lalu. Kompetisi bergengsi tingkat SD se Kabupaten Sumbawa itu diikuti 63 peserta. Masing-masing 30 peserta pada Mata Pelajaran (Mapel) IPA dan 33 peserta pada Mapel Matematika. Salah satu di antara 6 duta OSN ini adalah Ramadianto. Siswa SDIT Samawa Cendekia ini sukses menyabet gelar juara I, disusul Aliga Aulia Tuta siswi SDN Pernang pada posisi kedua, dan Hardita Sukmawati siswi asal SDN Teluk Santong di posisi tiga. Ketiganya menjadi duta Sumbawa untuk mata pelajaran IPA. Sedangkan mata pelajaran Matematika diwakili Muhammad Fadhlurrahman siswa SDN 1 Alas yang berhasil meraih juara I. Juara kedua diraih Wahyu Rafi Ramdani siswa SDN I Sebasang Ketanga dan juara III Hifzhan Haryo Pratama dari SDN 6 Sumbawa. “Penetapan 6 duta OSN Sumbawa ke provinsi ini, berdasarkan SK Kadis Dikbud No. 96 tahun 2018 tanggal 15 Maret tentang penetapan juara OSN tingkat Kabupaten 2018,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SD, Tenri SE, Jumat (23/3) kemarin.

Sebelum diberangkatkan ke propinsi, keenam siswa terbaik Sumbawa itu akan diberikan pembinaan selama lima hari. Proses yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 27 Maret mendatang itu dipusatkan di Hotel Cendrawasih. Pembinanya mayoritas dari guru sekolah para juara ini. Dalam mata pelajaran IPA, lanjut Tenri, pembinanya Yuliana, S.Pd Guru SDN 1 Alas dan Rusdianto S.Pd dari SDN Sebasang Kantanga. Sementara Mapel Matematika yakni Maizarah guru SDIT Samawa Cendekia dan Syafruddin, S.Pd dari SDN 1 Lopok. Selama proses pembinaan, siswa tidak diperbolehkan pulang. “Saat proses pembinaan nanti lebih ditekankan kepada pendalaman materi dan kisi-kisi soal,” tandasnya.

Tahun ini, Dinas Dikbud Sumbawa, menargetkan dua orang masing-masing Mapel harus tembus ke OSN Nasional. “Kalau bisa semuanya. Tahun lalu hanya satu yang lolos ke nasional untuk Mapel Matematika. Alhamdulillah, saat itu siswa kita berhasil dapat perunggu,” ujarnya.

Untuk diketahui, proses seleksi OSN tahun ini cukup panjang. Sebelum ditetapkan 6 orang ke provinsi, dilakukan seleksi kecamatan pada Februari lalu. Kemudian dilanjutkan dengan pra tes OSN tingkat kabupaten untuk mencari 30 terbaik di masing-masing Mapel. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *