Air PDAM Macet, Warga PPN Bukit Indah Menjerit

oleh -487 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (09/02/2018)

Warga di PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, menjerit. Pasalnya sudah empat hari ini distribusi air PDAM di wilayah setempat, macet. Masyarakat terpaksa mencari sumber mata air terdekat bahkan membeli air untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. “Kami kecewa dengan pelayanan PDAM, sudah empat hari ini tidak ada pasokan air,” kata Dedi Susanto, Ketua RW 012 PPN Bukit Indah, Jumat (9/2).

Tidak adanya pasokan air PDAM ini ini bukan hanya dirasakan oleh warga di PPN Bukit Indah, melainkan warga BTN Bukit Permai, Bumsi Samawa Resident dan sekitarnya. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya mengenai tidak terdistribusinya air ke wilayah PPN Bukit Indah yang merupakan daerah dataran tinggi tersebut. Bahkan masyarakat berencana untuk menggelar aksi demo dan mengancam menyegel PDAM. Kemarahan warga selaku pelanggan terhadap PDAM ini ungkap Dedi, cukup beralasan dan terbilang wajar. Sebab ketika masyarakat terlambat membayar iuran, petugas PDAM tidak segan-memberi sanksi denda hingga ke penyegelan. “Apakah PDAM mau giliran kami yang melakukan penyegelan,” tukas Dedi.

Ketika ada kerusakan jaringan dan lainnya, seharus PDAM bersikap sigap untuk segera memperbaikinya. Sangat tidak mungkin tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan jaringan. Apalagi PDAM Sumbawa (Batu Lanteh) sudah tergolong sebagai perusahaan daerah yang terbilang sehat. “Kami minta jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut karena masyarakat sangat dirugikan,” desaknya.

Dedi yang juga Ketua TAGANA Sumbawa ini meminta PDAM memberikan klarifikasi terkait kondisi tersebut. Selain itu mencari alternative lain sehingga masyarakat tetap terlayani dalam mendapatkan suplay air bersih. Salah satunya berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk membantu pasokan air bersih.

Debit Air Baku Minim

Sementara itu PDAM Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa mengeluarkan surat pemberitahuan jadwal suplay air. Surat bernomor 690/76/II/PDAM/2018 yang ditujukan kepada pelanggan PDAM ini tertanggal 9 Februari 2018. Dalam surat yang ditandatangani Syafruddin S.IP selaku Kepala Bagian Hubungan Pelanggan, menginformasikan bahwa debit air baku sangat minim. Karena itu PDAM akan melakukan pendistribusian air sistem zona dan meminta pelanggan untuk menampun air.

Sistem pendistribusian air ini dibagi dalam dua wilayah dengan waktu yang berbeda. Pukul 04.00—10.00 Wita pendistribusian air ke wilayah Jalan Lembaga KM 7, BTN Graha Satelit, Rumah Sakit Provinsi Manambai Abdulkadir, Kompi Brimob, Nahdlatul Wathan, BTN Baiti Jannati, BTN Griya Manasa Pratama, BTN Graha Samiartha, BTN Puri Citra Samawa, Kampung Banjir Kapassari, Lapas dan BTN Green Hill. Kemudian pukul 10.00—24.00 (12 malam) pendistribusian air ke wilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara. Terhadap kondisi itu, manajemen PDAM menyampaikan permohonan maaf. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *