Selidiki Isu Bagi-bagi Duit, Dirut dan Humas Tiba Papua Diperiksa Jaksa

oleh -339 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (08/01/2018)

Kejaksaan Negeri Sumbawa sangat serius menyelidiki kebenaran isu adanya bagi-bagi duit senilai Rp 1,4 Milyar dari Proyek Pembangunan Pasar Brangbara. Sinyalemennya uang dalam jumlah besar ini masuk ke kantong sejumlah pejabat termasuk Bupati dan jajaran TP4D Kabupaten Sumbawa. Penyelidikan ini dilakukan karena TP4D bentukan kejaksaan tidak pernah menerima aliran dana tersebut dan menegaskan jika isu tersebut adalah fitnah yang keji.

Untuk mengungkap penyebar isu maupun dugaan penyuapan ini, Senin (8/1), Tim Kejaksaan memeriksa Direktur PT Tiba Papua—rekanan proyek Pasar Brangbara, Mahdan dan Humasnya, Erik. Pemeriksaan terhadap pihak rekanan ini karena isunya, uang tersebut berasal dari PT Tiba Papua yang dibagi melalui Humas perusahaan tersebut. “Inilah yang kami selidiki dengan mengawali penyelidikan dari Direktur PT Tiba Papua dan Humasnya,” kata Kasi Intel Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH yang didampingi Kasi Pidana Khusus, Anak Agung Raka PD SH, sore tadi.

Pemeriksaan ini juga untuk mencari kepastian apakah bagi-bagi duit ini benar adanya atau hanya sebatas isu. Sebab dari informasi lisan yang disampaikan para pejabat yang namanya tercantum di dalam daftar penerima, mengaku tidak pernah menerimanya. Jika memang ini isu, maka pihaknya akan menjerat penyebar informasi tersebut ke ranah hukum. Ia mengaku ada beberapa orang yang diindikasikan sebagai penyebar informasi ini. Rencananya mereka akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Kami masih mengumpulkan keterangan dan data-data, kami ingin persoalan ini terungkap agar tidak ada lagi orang yang bermain-main atau menyebar isu tanpa data dan fakta,” tukas Erwin yang juga TP4D Kabupaten Sumbawa ini.

Seperti diberitakan, Proyek Pembangunan Pasar Brang Bara terus menjadi viral. Banyak cobaan yang menerpa sehingga kerapkali menjadi pusat perhatian. Setelah tidak selesai tepat waktu, kontraktor tidak dikenakan sanksi denda, hingga merebaknya isu bagi-bagi duit dari proyek tersebut. Jumlahnya cukup fantastic mencapai angka 1,4 miliar. Isu ini menyebutkan duit tersebut mengalir ke sejumlah pejabat termasuk TP4D Sumbawa. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *