Wabup: Kondisi Kamtibmas di Kabupaten Sumbawa Relatif Kondusif

oleh -369 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017)

Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, kondisi Kamtibmas di Kabupaten Sumbawa relative kondusif. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah saat membuka kegiatan Fasilitasi, Koordinasi dan Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama di Aula Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Senin (11/12). Kegiatan yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kabupaten Sumbawa yang dihadiri segenap tokoh lintas agama ini bertemakan “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Pelihara Kebhinekaan dan Toleransi Kehidupan Umat Beragama di Kabupaten Sumbawa serta Jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suasana kondusif ini, ungkap Wabup, berkat semangat kebersamaan yang selalu dibangun sehingga masyarakat memandang Pemilukada merupakan pesta demokrasi sebagaimana layaknya sebuah pesta yang dihadiri keluarga, kerabat dan handai taulan dengan suasana tenang dan gembira. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa sudah mulai mengalami pendewasaan dalam berdemokrasi bahwa keragaman aspirasi masyarakat sebagai konsekuensi kemajemukan di tengah kehidupan demokrasi.

Namun Wabup mengingatkan perlunya sikap waspada terhadap tantangan dan persoalan yang mungkin timbul mengingat bangsa ini sesungguhnya telah menghadapi berbagai masalah yang cukup menyita perhatian seluruh masyarakat, mulai dari isu terorisme, dan konflik bernuansa SARA. Selain itu kejahatan-kejahatan yang disebabkan oleh pengaruh narkoba, serta berbagai tindakan anarki lainnya yang seringkali muncul di tengah-tengah masyarakat tanpa dapat diprediksi dan diantisipasi sebelumnya.

Dengan adanya Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) baik di tingkat kecamatan maupun tingkat Kabupaten Sumbawa, diharapkan mampu mengantisipasi perkembangan yang terjadi sejak dini serta senantiasa disikapi secara terpadu oleh segenap komponen masyarakat dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang setiap saat dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Kita semua sepakat dengan membangun komunikasi dan dialog yang baik, masalah apapun dapat dicarikan solusinya. Dari jaman dulu masyarakat Sumbawa sudah sangat welcome dan mempunyai toleransi tinggi, ini dibuktikan dengan pemberian sebidang tanah oleh Sultan Sumbawa untuk pembuatan Gereja (Baitani) umat Kristen,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *