SUMBAWA BESAR, SR (08/12/2017)
Produk unggulan merupakan ciri khas suatu daerah sekaligus indikator kesejahteraan masyarakat. Produk unggulan yang juga hasil usaha masyarakat pedesaan ini adalah produk yang potensial yang patut dikembangkan pada suatu wilayah dengan memanfaatkan SDA dan SDM lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global. Karena itu produk unggulan ini harus mempunyai daya saing yang tinggi di pasaran dengan keunikan, ciri spesifik, kualitas bagus, dan harga yang murah.
Hal inilah yang dilirik dan akan dikembangkan PT Sumbawa Juta Raya (SJR) dan PAMA Persada. Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Ropang dan Lantung Kabupaten Sumbawa, PT SJR dan PAMA ingin mengadvokasi masyarakat sekitarnya untuk dapat mengembangkan produk lokal menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar modern. Upaya ini sebagai bentuk konstribusi perusahaan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.
Humas PT SJR, Lukman Mubarak kepada SAMAWAREA, Jumat (8/12) mengakui adanya keinginan perusahaannya. Disebutkannya, masyarakat Ropang dan Lantung sebagian besar berprofesi sebagai petani. Hasil pertanian pun melimpah, namun belum mampu memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kesejahteraan petani, karena masih terkelola secara konvensional. Banyak produk lokal setempat yang diambil pihak luar dalam bentuk mentah dengan harga murah dan dikembalikan dalam bentuk produk dengan harga tinggi. Seperti kopi, madu, kemiri dan gula aren. Karenanya ungkap Barak–sapaan akrabnya, SJR dan PAMA hadir berusaha membuka wawasan masyarakat mengenai produk lokal Ropang-Lantung tersebut menjadi produk unggulan yang bisa bersaing di pasar global. Upaya ini sebagai bentuk pemberdayaan perusahaan di bidang ekonomi. “Sebenarnya komoditi ini sudah terkenal. Kami ingin mendampingi dan membina masyarakat Ropang dan Lantung untuk meningkatkan dan mengembangkan komoditi itu agar ada nilai tambah bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Barak.
Pengembangan komoditi ini ungkapnya, menyangkut kualitas, packaging atau kemasan, branding dan promosi, sehingga berubah menjadi produk unggulan yang siap pasar. Secara tidak langsung nama Ropang dan Lantung akan dikenal masyarakat luas melalui produk yang dipasarkan.
Barak berharap dengan adanya intervensi SJR dan PAMA ini, masyarakat bisa lebih fokus dan memiliki kepastian dalam pengelolaan sumber dayanya. Dengan adanya pengelolaan dengan aksi yang berkesinambungan tentunya tidak ada keraguan masyarakat untuk memproduksi. Tentunya ini harus mendapat perhatian bersama tidak hanya SJR dan PAMA melainkan juga pemerintah agar mampu mengakomodir ke jalur distribusi atau pemasaran dengan target pasar yang jelas. “Menciptakan produk unggulan merupakan suatu kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan maupun daya saing masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (JEN/SR)






