SUMBAWA BESAR, SR (18/12/2017)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Perempuan dan Anak (PENA) menginisiasi penyelenggaraan kegiatan Bazaar Hasil Usaha Kelompok Buruh Migran Indonesia Purna Kabupaten Sumbawa, Senin (18/12). Hadir pada acara yang dilaksanakan di Taman Bugis Sumbawa Besar ini Asisten Pemerintahan dan Kesra, Pejabat yang mewakili Kapolres Sumbawa, Pimpinan OPD, Kepala BP3-TKI Provini NTB, dan Ketua LSM PENA.
Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plh Asisten I Drs. H. Muhammading, M.Si mengatakan bahwa bazaar tersebut wujud kepedulian sosial dan rasa kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sumbawa. Masalah buruh migran merupakan masalah serius yang harus ditangani oleh segenap elemen, baik pemerintah, masyarakat maupun stakeholders atau pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Pemerintah berkewajiban melindungi para TKI dari permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul. “Benang kusut masalah buruh migran yang telah berjalan cukup lama harus diselesaikan sebaik mungkin, agar akar masalahnya bisa terdeteksi dengan baik,” ungkap Bupati.
Untuk diketahui, pada Tahun 2016, realisasi pengiriman TKI Kabupaten Sumbawa mencapai 2.471 orang, sedangkan hingga September 2017 total realisasi pengiriman TKI 1.824 orang. “Mengingat buruh migran merupakan kaum pekerja yang harus mendapat perhatian dari pemerintah, mereka yang sudah kembali ke tanah air juga harus mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar tak menjadi TKI seumur hidup, maka salah satu upaya untuk membangun harkat para pekerja migran ini adalah dengan peningkatan kompetensi, baik itu pengetahuan maupun dalam hal keterampilan. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberdayakan mereka dalam pembangunan sosial dan ekonominya ke depan,” pungkas Bupati.
Sebelumnya Kepala BP3-TKI Provinsi NTB Joko Purwanto menyampaikan, ini kegiatan positif dan rekreatif, yang dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi berkembangnya hasil usaha kelompok TKI di Kabupaten Sumbawa guna memperkenalkan hasil produksinya ke pasar yang lebih luas.
Kegiatan pemberdayaan terintegrasi bagi TKI purna dan keluarganya tersebut melibatkan beberapa OPD dan stakeholders, di antaranya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Perbankan (Bank BRI), Lembaga PENA, dan SMKN 1 Sumbawa selaku instruktur sekaligus mitra industri. Kegiatan yang melibatkan 25 orang peserta terdiri dari TKI Purna dan keluarga TKI, bertujuan agar para peserta dapat menggunakan hasil bekerja di luar negeri untuk kegiatan produktif seperti berwirausaha dan tidak kembali lagi menjadi TKI.
Menurutnya, pemerintah Provinsi NTB sangat memperhatikan warganya yang bekerja di luar negeri. Ini dibuktikan dengan berdirinya LTSP (Layanan Terpadu Satu Pintu) pertama di Indonesia pada Tahun 2009, selanjutnya November 2017 telah didirikan LTSP-P2P di Kabupaten Lombok Tengah, dan 21 Desember 2017 akan dilaunching LTSP-P2P di Kabupaten Sumbawa. LTSP diharapkan mampu memberikan kemudahan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengintegrasikan 5 fungsi layanan dalam satu lokasi, yaitu ketenagakerjaan (Disnaker dan BNP2TKI), kependudukan (Disdukcapil), keimigrasian (Imigrasi), Kepolisian (Polisi) dan kesehatan (Dinkes dan RSUD).
Ketua LSM PENA yang juga ketua panitia kegiatan, Hj. Aminah Mastar dalam laporannya menyampaikan bahwa LSM PENA ikut berperan membantu pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan bagi para mantan buruh migran. Salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan antara lain dengan memberikan pelatihan keterampilan menjahit, bidang peternakan, anyam-anyaman, dan pengolahan makanan (kue kering). (JEN/SR)






