KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPRPP KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (11/12/2017)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2018 mendatang masih akan melanjutkan program peningkatan kualitas jamban di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) menyatakan siap melanjutkan pelaksanaan program tersebut. “Minggu lalu kita sudah ke kementerian untuk menindaklanjuti rencana program itu. Dan alhamdulillah final kita dapat bantuan lagi untuk program yang sama,” terang Kasi Penyediaa Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPP KSB, Abdul Azis, Eng kepada wartawan, belum lama ini.
Sesuai perkiraan awal, jumlah unit program peningkatan kualitas jamban yang disiapkan pusat pada tahun 2018 mendatang lebih besar. Jika tahun ini sebanyak 5.359 unit, tahun depan Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran sekitar Rp 24 miliar untuk menyasar sebanyak 6.858 unit jamban masyarakat. “Dari sisi jumlah kita dapat lebih banyak lagi tahun depan,” sebutnya.
Guna menyambut bantuan program pusat itu, saat ini Dinas PUPRPP KSB melalui Bidang Cipta Karya bekerja sama dengan para agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) di tingkat peliuk mulai melakukan pendataan calon penerima manfaat. Menurut Azis, pola yang sama dengan melibatkan agen di tingkat peliuk tetap dipertahankan karena tahun ini kehadiran mereka menjadi salah satu kunci suksesnya program peningkatan kualitas jamban itu. “Buktinya 5.359 yang program tahun ini sudah terpasang. Itu berkat pelibatan agen dan di daerah lain yang mendapat program sama dengan kita ini realisasinya masih ada yang belum tuntas,” paparnya.
Ia pun optimis, untuk program tahun depan akan berjalan lebih baik. Sebab untuk pelaksanaan tahun ini pihaknya akan tetap mengevaluasinya sehingga beberapa kendala yang sempat terjadi tidak lagi terulang pada program peningkatan kualitas jamban ini. “Kita tetap akan evaluasi mencari kelemahannya dan harapan kita tahun depan itu tidak lagi terjadi,” paparnya.
Untuk program peningkatan kualitas jamban tahun 2018 mendatang, Azis selanjutnya menyampaikan, tidak saja diperuntukkan bagi penerima manfaat dari program jambanisasi yang dilaksanakan oleh Pemda KSB tahun 2016 lalu. Pada program lanjutan nanti akan disiapkan juga bagi masyarakat yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah jamban yang modern menggunakan buis vabrikasi. “Seperti sebelumnya saya sampaikan program ini untuk menjaga lingkungan bersih dari ekses pencemaran limbah tinja. Jadi tidak pandang itu miskin atau kaya dan yang mendapatkan program jambanisasi. Kalau ada masyarakat yang belum menerapkan sistem sanitasi bersih maka berhak menerima bantuan ini tentu dengan catatan bersedia memenuhi persyaratannya,” pungkasnya. (HEN/SR)






