Dihadiri Utusan Presiden, UNSA Mewisuda 594 Mahasiswa

oleh -805 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (28/12/2017)

Universitas Samawa (UNSA) kembali melahirkan sarjana baru. Kamis, 28 Desember 2017, perguruan tinggi tertua dan terkemuka di Pulau Sumbawa ini mewisuda 594 orang mahasiswanya terdiri dari strata satu (S1) dan Ahli Madya (Diploma). Dari jumlah tersebut terdapat 93 orang yang lulus dengan predikat Coumlaude (pujian). Acara Dies Natalis UNSA ini selalu special karena dihadiri pejabat negara dan orang-orang penting. Jika tahun 2016 lalu, wisuda mahasiswa UNSA dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah SE, pada Dies Natalis XIX kali ini dihadiri Prof. Dr. H. Din Syamsuddin selaku utusan khusus Presiden Joko Widodo. Selain itu Menteri PUPR diwakili Kasubdit Standar dan Pedoman Direktorat Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan Ir. Moch Yusuf Hariagung MM MT. Hadir juga Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Bupati KSB Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM, Pimpinan DPRD Sumbawa Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si dan Kamaluddin ST M.Si beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbawa, Kajati NTB, para kepala dinas, dan Pimpinan BUMN/BUMD, Ketua Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Samawa, serta anggota Senat.

Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd menyampaikan selamat kepada semua wisudawan beserta seluruh keluarganya atas keberhasilan yang telah dicapai. Ia berharap para wisudawan ini dapat berkiprah dan mengamalkan ilmunya sesuai dengan keahlian masing-masing. “Atas nama lembaga, hari ini saya hibahkan dan menyerahkan saudara ke lingkungan dan dunia kerja yang membutuhkan keahlian saudara serta kepada orang tua dan keluarga. Semoga saudara dapat berkarya lebih baik dari keadaan sebelum saudara menjadi sarjana,” kata Prof Ude—sapaan Rektor UNSA.

Selain itu UNSA menitipkan para wisudawan ini kepada pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pimpinan unit kerja agar dapat diperhatikan dan dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu berkiprah dan mengamalkan ilmunya sesuai dengan keahliannya. Bagi alumni yang akan memasuki dunia kerja, harus terus belajar, pandai membaca peluang kerja yang ada, memperkaya diri dengan skill yang bisa membuka peluang kerja sendiri. ”Ingatlah, persaingan dunia kerja ke depan semakin tajam dan keras, siapa cepat dia dapat baru bisa survive,” ujarnya, seraya menginformasikan bahwa Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Tahun 2018 akan membuka lowongan 200 formasi CPNS untuk guru dan berharap peluang itu dapat diraih para alumni UNSA.

Dalam kesempatan itu Rektor berpesan agar para wisudawan dapat menjaga nama baik almamater, memelihara sikap dan perilaku yang sarjana dan sujana berakhlak mulia, serta menghindari perbuatan tercela. Ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah dapat digunakan untuk kepentingan kemaslahatan dan kemajuan bangsa, dengan menjadikan diri sebagai agent of change, sehingga kesarjanaan yang disandang memiliki arti bagi lingkungan masyarakat dan pembangunan bangsa. Para wisudawan juga harus tetap mengingat bahwa di dalam penerapan keilmuan agar selalu berpegang pada nilai-nilai moral. Sebab ilmu tanpa moral akan menjadi hampa dan celaka. “Ada teori filsafat yang menjelaskan tentang Hubungan matematis antara ilmu, moral dan amal. Jika memiliki ilmu dan amal tanpa moral akan membuat orang menjadi sombong. Jika memiliki moral dan ilmu tanpa amal seperti pohon tak berbuah, kemudian memiliki moral dan amal tanpa ilmu membuat hidup menjadi sia-sia. Tapi jika memiliki moral, ilmu dan amal akan membuat orang sukses dunia akhirat,” tandasnya.

Di bagian lain, Prof Ude menjelaskan dalam perjalanannya UNSA terus mengalami perkembangan yang cukup membanggakan, baik dalam pengembangan fisik kampus, sarana dan prasarana, kualifikasi tenaga dosen, jumlah mahasiswa maupun prestasi akademik lainnya. Dari 7 fakultas dan 16 program studi yang ada, jumlah mahasiswa hingga Tahun Akademik 2017 ini mencapai 3.231 orang. Jumlah alumni, termasuk yang diwisuda hari ini 6.642 orang. Jumlah Dosen tetap 122 orang. Semua dosen tetap sudah bergelar Master/Doktor (S2/S3) dan untuk dosen yang masih S2 diwajibkan untuk menempuh program Doktor S3 hingga tahun 2020. Perkembangan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan rata-rata 5-10%. Kondisi ini cukup membuat para pengelola kewalahan, sementara daya tampung kampus yang ada sekarang ini terasa semakin sempit dan tidak mencukupi lagi. Menyadari kondisi tersebut, pihaknya berupaya mengembangkan lahan kampus yang ada dengan membeli lahan baru di wilayah Bukit Biling Monte Kecamatan Unter Iwes seluas 30 hektar. Pengembangan dan pembangunan kampus baru UNSA ini jugadihajatkan untuk persiapan UNSA menjadi Universitas Negeri di Pulau Sumbawa. Persiapan penegerian UNSA ini sudah dilakukan sejak tahun 2010. Usulan bahan penegerian UNSA juga telah diajukan ke Kemendikbud RI pada tahun 2012 lalu. Berbagai upaya telah dilakukan demi perjuangan menjadi Perguruan Tinggi Negeri seperti beberapa PTS di daerah lainnya. Namun niat baik ini terkendala dengan keluarnya peraturan Moratorium PTN dari Kemenristekdikti awal 2015 lalu. “Tekad penegerian ini akan terus diperjuangkan secara bersama-sama. Dan sesuai dengan sambutan Bapak Wapres Jusuf Kalla saat berkunjung ke UNSA tahun lalu. Bahwa begitu moratorium penegerian dicabut, maka UNSA akan diprioritaskan menjadi PTN di Pulau Sumbawa,” ujarnya.

UNSA telah banyak mencatat prestasi luar biasa. Adalah meraih Predikat Dirjen Dikti sebagai kampus Good Practice tahun 2010, nomor urut 856 sebagai PT terakreditasi secara Institusi dari 4000 lebih PT yang belum terakreditasi institusi pada Tahun 2015. UNSA juga menempati peringkat umum 251 dari 691 (khusus cluster 3) perguruan tinggi non politeknik dan dari 3.244 PTN/PTS seluruh Indonesia. UNSA masuk rangking 2 di NTB, sebagai kampus riset dan ranking 7 di Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT) serta masuk dalam kategori Madya. Di bidang kreatifitas mahasiswa (PKM) masuk cluster 3 midle/menengah. Ranking 160 dari 400 PT Bermutu Tingkat Nasional oleh Dikti. Ranking 138 Nasional dari 400 PT dan ranking 10.865 dunia dari 12.000 (Webometric).

Kemajuan UNSA hingga usianya ke 19 sampai sekarang ini, sambung Prof Ude, berkat dukungan berbagai pihak. Antara lain mahasiswa dan orang tuanya yang telah memberikan kepercayaan dan menjatuhkan pilihan untuk bergabung menjadi warga UNSA. Dana dari orang tua atau mahasiswa itulah UNSA bisa eksis sampai sekarang ini. Bantuan lainnya dari Kemenristek Dikti/Kopertis Wilayah VIII, yang hingga 2017 ini telah memberikan bantuan beasiswa bagi 96 orang dosen UNSA yang menempuh studi S2/S3, ada juga Beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa baru, beasiswa berprestasi maupun dana hibah kompetisi di bidang penelitian yang dimenangkan oleh puluhan dosen dan mahasiswa setiap tahunnya. Kemudian Pemda Sumbawa yang telah menyediakan beasiswa berprestasi bagi mahasiswa UNSA serta bantuan lainnya yang cukup banyak (fisik maupun non fisik). ”Tinggal menunggu bantuan fisik kampus untuk periode pemerintahan Husni-Mo yang masih dalam rencana,” imbuhnya.

Dukungan juga datang dari Pemda KSB, yang telah memberikan beasiswa kepada semua mahasiswa UNSA yang berasal dari KSB tanpa terkecuali yang jumlahnya ratusan orang setiap tahunnya. Termasuk hari ini Bupati KSB Dr. Ir. H.W Musyafirin MM menyerahkan secara simbolis bantuan dana hibah senilai Rp 500 juta. Dana ini akan digunakan untuk membangun lokal dan pengadaan alat Laboratorium MIPA. Laboratorium tersebut nantinya akan diberi nama Lab. Mipa KSB-UNSA. Selanjutnya beasiswa, bantuan dan bonus diberikan lembaga perbankan di antaranya BRI, BNI, Bank NTB. Khusus Bank BRI  dan Bank NTB baru saja memberikan bantuan AC Standing Flour. Bantuan gardu listrik di Kampus Biling Monte dari PLN Area Sumbawa. ”Kami ucapkan terima kasih kepada semuanya. Tanpa bantuan dan kerjasama semua pihak, kami para pengelola ini bukanlah apa-apa dan tidak mungkin UNSA bisa berkembang seperti sekarang ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *