Didamaikan Bupati, Warga Lar dan Trans Ai Ampuk Berpelukan

oleh -458 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (21/12/2017)

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril dan Wakil Bupati Drs H Mahmud Abdullah akhirnya turun tangan memediasi warga dari dua desa, Desa Plampang dan Desa SP2 Kecamatan Plampang yang terlibat bentrok pada Selasa 19 Desember 2017. Mediasi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Sumbawa, Kamis (21/12) pagi tersebut dihadiri oleh perwakilan warga kedua desa.

Kabag Humas Setda Sumbawa, M Lutfi Makki yang ditemui usai pertemuan menjelaskan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Perdamaian itu dibuktikan perwakilan warga dengan saling berangkulan hangat di hadapan bupati dan wakil bupati. Kedua belah pihak berjanji akan menyampaikan kesepakatan kesepakatan damai itu dan akan menenangkan warganya masing-masing, serta mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pemerintah daerah.

Selain perdamaian, di pertemuan tersebut bupati juga memerintahkan Sekda dan OPD terkait untuk bergerak cepat mencari solusi atas masalah yang menjadi pemicu bentrok warga dua desa ini. Perintah bupati itu ditindaklanjuti pada hari ini juga, dimana Sekda langsung menggelar rapat dengan pihak Pertanahan dan Nakertrans untuk melakukan kroscek data terkait lokasi sengketa (Ai Ampuk). Sedangkan terkait proses hukum tetap dilanjutkan dan penanganannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. “Hal–hal lain ditempuh dengan musyawarah dan mufakat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Tim Gabungan yang dipimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa diserang ratusan massa yang dilengkapi senjata tajam dan peralatan lainnya di lokasi ladang penggembalaan (Lar) Ai Ampuk, Kecamatan Plampang, Senin (19/12). Dalam penyerangan itu, Hidayat—anggota Satpol PP terluka parah akibat tertebas parang. Dua luka menganga di lengan kiri, luka tusuk di punggung, dan luka terbuka di kepala kiri. Tak hanya itu Dayat muntah-muntah dan lemas. Anggota tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Plampang untuk mendapat perawatan medis. Kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Propinsi Manambai Abdulkadir guna penanganan lebih intensif. Selain korban luka-luka, aksi massa dari salah satu desa di Kecamatan Plampang ini juga menghancurkan mobil operasional Satpol PP dan truk milik warga yang digunakan anggota ke lokasi. Sejumlah kendaraan itu ringsek dengan kaca hancur lebur.

Mobil dinas Camat Plampang EA 1181 AA yang dikemudikan langsung Camat Ir. Nawawi juga dirusak massa. Bahkan Handphone Camat dirampas oleh para pelaku. Saat penyerangan itu timgab sempat tercerai berai akibat dikepung sekitar seratusan massa. Menjelang mereka berhasil menyelamatkan diri setelah bersembunyi di gunung. (BUR/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *