SUMBAWA BESAR, SR (04/11/2017)
Masyarakat Kecamatan Batu Lanteh jarang mendapat kue pembangunan secara merata. Tidak hanya infrastruktur tapi juga usaha ekonomi masyarakat dalam menopang kehidupannya. Usaha yang digeluti masyarakat selama puluhan tahun baik di bidang pertanian maupun peternakan dan perdagangan. Usaha masyarakat terutama di Desa Tangkampulit, Batu Rotok dan Bao Desa ini terkesan jalan di tempat karena tidak adanya dukungan atau intervensi dari pemerintah terkait suntikan permodalan.
Perwakilan Masyarakat Batu Lanteh, Iying Gunawan kepada SAMAWAREA, Sabtu (4/11) mengakui kondisi tersebut. Masyarakat sulit mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. Meski usahanya masih bertahan namun tidak mampu untuk dikembangkan. Sebenarnya dengan adanya Program Kredit Sahabat (Krabat) yang digulirkan pemerintahan Husni—Mo, menjadi obat bagi kegelisahan masyarakat di tiga desa itu. Namun ternyata Krabat ini tidak sampai menyasar masyarakat setempat, meski secara persyaratan mereka sangat layak untuk mendapatkannya. Kendati demikian, masyarakat masih memiliki harapan untuk mendapatkan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna menopang kelancaran usaha. Karena itu mereka sangat berharap agar pemerintah bisa menfasilitasi Bank terkait selaku penyalur KUR untuk memprioritaskan wilayah Batu Lanteh yang syarat menjadi santapan rentenir. Beberapa bank penyalur KUR belum siap melayani warga Batu Lanteh dengan alasan akses yang sangat sulit ke sana. “Ini kabar buruk bagi kami,” tukasnya.
Masyarakat Batu Lanteh membutuhkan modal yang cukup sebelum panen raya kopi. Himpitan ini dimanfaatkan para rentenir untuk membeli kopi masyarakat seharga Rp 10 ribu perkilogram, padahal sejatinya Rp 20–25 ribu perkilo. Walau harga pembelian sangat rendah, petani terpaksa menjualnya karena tidak ada pilihan lain. Untuk meminjam modal dari bank, sangat ribet karena harus melengkapi persyaratan yang sangat berat terutama menyangkut agunan (jaminan). Sementara KUR ungkap Iying—yang juga aktivis ini, sesuai aturannya dalam Permen No. 20 tahun 2015 sisa bunganya akan dibayar oleh pemerintah dengan agunan yang bisa dinegosiasi apabila belum mencukupi. Sebab dalam KUR yang terpenting adalah saling percaya untuk saling menguatkan karena KUR adalah program bagi rakyat kecil. “Semoga pihak terkait mau memahami dan bisa bekerjasama dalam hal ini. Dan kami mohon kepada pemerintah untuk berhentilah menjadikan kami anak tiri,” pungkasnya. (JEN/SR)






