Harlah KSB, Bertaburan Prestasi dan Bantuan Bagi Percepatan Pembangunan 

oleh -619 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PMPD KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (21/11/2017)

Tepat Senin, 20 November 2017, Kabupaten Sumbawa Barat genap berusia 14 tahun. Berbagai pembangunan daerah dan ikhtiar mensejahterakan rakyat pun telah berhasil dicapai. Peringatan hari lahir ke-14 KSB tahun 2017 ini ditandai dengan upacara di Lapangan Graha Fitrah. Upacara ini pun terasa lebih berkesan. Pasalnya, sejumlah pejabat hadir, mulai dari Wakil Ketua DPR RI H Fahri Hamzah SE, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Muhammad Basuki Hadimuljono M.Sc., Ph.D. Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, hingga Ketua Dewan Bisnis BIMP-EAGA Berunai Darussalam Yusra Kesteria Yusuf dan pejabat dari Provinsi NTB, bupati/walikota, mantan wakil gubernur, mantan Bupati KSB dan mantan Bupati Sumbawa.

Sebelum upacara dilaksanakan, Pemda KSB melaksanakan penandatanganan sejumlah Memorial of Understanding (MoU) dan kerjasama. Pertama, kerjasama kemitraan Pemerintah Daerah melalui perusahaan daerah dengan Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Sejorong Mataiyang Brang Rea. Kerjasama ini terkait pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam (pembangunan agro eduwisata) pada hutan produksi di wilayah unit V KPHP Sejorong.

Kedua, perjanjian kerjasama kemitraan antara Pemda KSB bersama PT. Lembu Nusantara Jaya Wijaya. Kerjasama ini terkait pemanfaatan jasa lingkungan agro eduwisata pada hutan produksi di wilayah unit V KPHP Sejorong. Ketiga, perjanjan kerjasama PT. Goldfinch Mitra Sejati (PT. GMS) KSB dengan Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council (BD-DEBC). Perjanjian ini tentang pembangunan industri pengolahan beras, pengolahan jagung dan penyediaan sarana dan prasarana operasional penangkapan ikan di KSB.

Di hari lahir ke-14 ini, KSB juga menerima berbagai bantuan, mulai dari bantuan PT. Daerah Maju Bersaing (PT. DMB) untuk mendukung program ‘’Hatinya’’ (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) PKK KSB senilai Rp 750 juta. Bantuan ini akan didistribusikan ke 64 desa/kelurahan di KSB masing-masing senilai Rp 10 juta, delapan kecamatan masing-masing Rp 10 juta dan Pemda KSB Rp 30 juta. Bantuan APBD Provinsi NTB untuk pembangunan jalan dari simpang KTC-Telaga Bertong, yang akan dinamakan Jalan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid senilai Rp 50 milyar. Bantuan dari PT AMNT untuk pgoram PDPGR senilai Rp 5 milyar. Dukungan anggaran Kementerian PUPRPP untuk Sumbawa Barat, yakni pembangunan Bendungan Bintang Bano dan jaringan irigasi seluas 6.000 Ha. Revitalisasi Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang. Pembangunan jembatan dan jalan dari Pelabuhan Lalar menuju PLTU Kertasari sepanjang 9,85 Km dan normalisasi/penguatan tebing sungai Brang Rea.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM mengungkapkan, di usia yang ke-14, Pemerintah KSB telah berusaha mewujudkan harapan para pendiri dan masyarakat KSB melalui berbagai inovasi program atau kegiatan pembangunan. Dalam kurun waktu 1 tahun 9 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Fud Syaifuddin ST telah bersatu dan bahu membahu bersama DPRD KSB, stakeholders dan masyarakat dalam merealisasikan visi pembangunan, yakni ‘’terwujudnya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat yang berkeadilan menuju kabupaten sumbawa barat sejahtera berlandaskan gotong royong’’.

Untuk mengimplementasikan visi pembangunan daerah, Pemerintah KSB menetapkan Pemberdayaan Gotong Royong sebagai program unggulan, melalui Perda No. 3 Tahun 2016 tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Dalam perjalanannya, tata nilai dan semangat gotong royong telah berhasil menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dan stakeholder yang difasilitasi oleh agen pemberdayaan PDPGR, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan dalam pembangunan daerah.

Pemerintah KSB melaksanakan ‘’Forum Yasinan’’ setiap malam Jum’at, sebagai instrumen utama dari PDPGR. Melalui forum ini, pemerintah daerah dan stakeholder bertemu dengan masyarakat KSB untuk mendengarkan aspirasi, memberikan solusi dan melahirkan berbagai inovasi daerah dalam upaya mensejahterakan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri.

Pelaksanaan PDPGR telah memberikan manfaat dalam pembinaan mental spiritual dan kultural masyarakat KSB. Jika pada tahun 2007, KSB telah dinyatakan tuntas Buta Huruf Latin oleh Wakil Presiden HM Yusuf Kalla, maka pada tahun 2017, Pemda KSB bersama Tim Penggerak PKK, agen PDPGR dan trainner telah berhasil menyelesaikan kegiatan Tuntas Baca Al-Qur’an untuk 1.988 warga KSB.

Diungkapkan Bupati, ikhtiar pemenuhan hak-hak dasar masyarakat KSB menjadi masyarakat sejahtera berlandaskan gotong royong telah menampakkan hasil dan manfaat bagi masyarakat. Pada bidang sosial, kegiatan Kartu Pariri Lansia dan Kartu Pariri Disabilitas telah memberikan perlindungan kepada 3.668 lansia, dan 746 penyandang disabilitas, dengan menerima santunan sebesar Rp 250 ribu perbulan. Kegiatan Kartu Pariri Kesehatan, telah menanggung 48.050 warga kurang mampu menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Pada bidang ekonomi, Pemda telah menggulirkan kegiatan Kartu Bariri bekerjasama dengan perbankan di KSB dengan hasil Kartu Bariri UMKM, yang telah menguatkan permodalan kerja 4.368 pelaku usaha dan menciptakan wirausahawan baru. Kartu Bariri Nelayan, telah mengadakan sampan nelayan dan peralatan tangkap sebanyak 683 unit. Menjadikan Desa Kertasari sebagai sentra budidaya rumput laut di KSB. Kartu Bariri Tani, telah menguatkan modal usaha, pemberian sarana produksi dan peralatan-mesin untuk 6.887 petani. Kartu Bariri Ternak, mendistribusikan 808 ekor sapi, 20 ekor kerbau, 25 ekor kuda dan 299 ekor kambing kepada para peternak.

Di Bidang Perumahan dan Permukiman, Pemda bersama masyarakat melalui PDPGR tahun 2016-2017 telah melaksanakan pembangunan baru rumah layak huni dan rehab rumah tidak layak huni untuk masyarakat tidak mampu sebanyak 3.017 unit. Program bedah rumah akan terus dilaksanakan untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat terbebas dari rumah tidak layak huni pada tahun 2020. Pembangunan jamban secara gotong royong tahun 2016 sebanyak 6.164 unit, merupakan agenda 100 hari pertama Bupati dan Wakil Bupati, telah menjadikan KSB satu-satunya kabupaten di Indonesia di luar Pulau Jawa sebagai kabupaten open defecation free (ODF) atau Tuntas Buang Air Besar Sembarangan (Tubabas).

Di bidang infrastruktur, bersama TNI, pemerintah daerah sedang membangun Markas Distrik Komando Militer (Makodim) Kabupaten Sumbawa Barat. Bersama Polri membangun gedung pelayanan masyarakat (Yanmas) Polres Sumbawa Barat. Pembangunan jalan di KSB tahun 2017 bertambah sebanyak 46,48 persen, sehingga jalan dengan kondisi mantap di KSB menjadi 338,69 kilometer. Pembangunan Bendungan Bintang Bano, bendungan multi fungsi yang sedang dibangun di era kepemimpinan presiden Ir. Joko Widodo dengan biaya APBN lebih dari Rp. 1,5 triliun, progresnya saat ini telah mencapai 40 persen.

Pemulihan ekosistem Taman Wisata Alam Lebo Taliwang, pada tahap awal dilakukan pembangunan jalan lingkar Lebo Taliwang, tahun 2017 ini telah terbangun sepanjang 350 meter dari rencana 18,20 km, dengan biaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan pembangunannya berlanjut hingga tuntas tahun 2019 dengan total biaya APBN sekitar Rp 450 milyar. Pembangunan jaringan irigasi sepanjang 11.629 meter, terus ditingkatkan guna memaksimalkan konstribusi sektor pertanian dalam menyukseskan Provinsi NTB pendukung ketahanan pangan nasional.

Pada Bidang Pariwisata, berbagai event digelar, seperti ‘’Mantar Paragliding Xc Open 2017’’ yang diikuti puluhan pilot dari 14 negara di spot paraglidingberkelas dunia di Desa Mantar. Kejuaraan ‘’surfing Sumbawa Barat Pro 2017’’. Menggelar Festival Taliwang 2017 yang dilaksanakan dengan gotong royong bersama rakyat yang berlangsung meriah dan mampu menarik wisatawan mancanegara. Bersama investor asal Swedia, kerjasama juga dibangun untuk menjadikan gugusan Gili Balu atau Delapan Gili menjadi kawasan ecotourism berkelas dunia.

Pada Bidang Perhubungan, Bandara Sekongkang sedang diperjuangkan untuk bisa beroperasi. Dermaga Labuhan Lalar akan segera beroperasi sebagai pelabuhan barang dan penumpang. Untuk itu, Pemda KSB menjalin kerjasama dengan pimpinan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT), sehingga keberadaan kedua infrastruktur tersebut dapat segera bermanfaat dalam meningkatkan konektivitas, antar wilayah mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pertumbuhan investasi serta pariwisata.

Dua hadiah di Harlah ke-14 KSB datang dari Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Pemda KSB telah memaksimalkan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar dengan capaian SPM tahun 2017 lebih dari 75 persen, merupakan capaian SPM tertinggi di Indonesia, dan hari ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Pada hari ini juga di Kota Tangerang Provinsi Banten, Pemda KSB menerima ‘’Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017’’, yang diberikan kepada Bunda PAUD KSB atas kepeduliannya yang tinggi dalam gerakan nasional PAUD berkualitas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Pada Bidang Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ KSB telah memiliki layanan hemodialisa atau cuci darah, dan merupakan layanan hemodialisa satu-satunya di Pulau Sumbawa. Rumah Sakit Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat juga telah mendapat akreditasi. Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa Barat telah terakreditasi, mulai dari tingkat madya hingga paripurna, dan ternyata Puskesmas Poto Tano merupakan satu-satunya puskesmas di Indonesia Bagian Timur yang memperoleh akreditasi Paripurna. KSB telah memiliki kampung keluarga berencana yang dicanangkan oleh Kepala BKKBN RI pada Mei 2017.

Berbagai kerjasama juga telah dijalin oleh Pemda KSB dalam upaya peningkatan kualitas SDM sebagai roadmap reformasi birokrasi KSB 2017-2019. Pemerintah KSB bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa dalam bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), dan membentuk TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan). Bersama Polres Sumbawa Barat dalam rangka peningkatan SDM khususnya putra daerah agar siap masuk menjadi anggota Polri. Kerjasama dengan pemerintah Kota Bandung terkait implementasi smart city dan e-goverment. Selanjutnya kerjasama hibah air bersih dan pengelolaan air limbah dengan pemerintah pusat dan Australian Agency for International Development (AUSAID). Sementara itu, kerjasama pemerintah KSB dengan dunia usaha dan investor di bidang ekonomi, telah, sedang dan akan terus berlangsung dengan langkah dan upaya yang semakin disempurnakan.

Kerja keras dengan semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh (IJS), menghantarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KSB berada pada posisi pertama di antara delapan kabupaten di Provinsi NTB, dan menjadi posisi ketiga setelah Kota Mataram dan Kota Bima, yakni pada angka 68,38 point. Selain itu, Pemerintah KSB juga telah melaksanakan verifikasi dan validasi data fakir miskin dan tidak mampu berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) dengan menggunakan 16 indikator kemiskinan. Hasilnya diketahui jumlah warga ‘’tergolong miskin’’ di KSB tahun 2017 sebanyak 4.483 jiwa atau 1.586 rumah tangga atau 3,27 persen dari jumlah penduduk.

Hasil verifikasi dan validasi tersebut ditetapkan dengan Keputusan Bupati Sumbawa Barat dan telah dideklarasikan tanggal 13 November 2017, didukung dengan penandatanganan spanduk sepanjang 100 meter oleh warga yang menyatakan diri siap berpartisipasi dalam menuntaskan kemiskinan di KSB. Hasil ini telah dilaporkan kepada Menteri Sosial RI, dan KSB dinyatakan sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.

Kabupaten Sumbawa Barat juga mendapatkan prestasi dan apresiasi dari pemerintah maupun pihak lain atas keberhasilan yang ada, yakni Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) atas keberhasilan memformalkan tata nilai gotong royong ke dalam peraturan daerah (Perda) dan suskses tuntas pembangunan jamban untuk rumahtangga miskin. Penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi NTB sebagai badan publik terbaik kedua di Provinsi NTB dalam mengimplementasikan Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada tahun 2016. Penghargaan juara ketiga nasional dalam lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2017. Penghargaan ini semakin mengukuhkan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai ‘’Bumi Gotong Royong’’. Penghargaan dari Gubernur NTB kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai kabupaten terbaik dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan NTB atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2016 dan merupakan raihan WTP ketiga kalinya secara berturut-turut. Atlet-atlet tinju KSB meraih gelar juara umum dalam kejuaran nasional di Pangkal Pinang Kepulauan Riau, dengan memperoleh enam medali emas. “Rakyat dan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengucapkan selamat datang di Bumi Pariri Lema Bariri, seraya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena selama dua tahun terakhir ini telah memberikan bantuan pembiayaan untuk kegiatan pembangunan proyek strategis nasional, seperti pembangunan Bendungan Bintang Bano dan jaringannya, rehablitasi taman wisata alam Danau Taliwang, pembangunan jalan dan jembatan dari pelabuhan Lalar sampai PLTU di Desa Labuhan Kertasari, pembangunan Bendungan Tiu Suntuk Kecamatan Brang Ene, normalisasi sungai dan perkuatan tebing sungai Brang Rea dan infrastruktur lainnya,” bebernya.

Pemerintah dan masyarakat KSB juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB yang telah bersedia membantu pembiayaan pembangunan jalan jalur dua simpang KTC-Telaga Bertong, sekaligus meminta ijin untuk memberikan nama jalan tersebut dengan nama TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pahlawan nasional dari Provinsi NTB. ‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD KSB, TNI, Polri, Kejaksaan, instansi vertikal, lurah, kepala desa, Perbankan, BUMN, BUMD, seluruh dunia usaha/koorporasi yang ada di KSB, serta yang kami banggakan agen PDPGR, Bhabinkamtibmas, Babinsa yang telah menggerakkan semangat gotong royong di tengah masyarakat dan telah membangun sinergitas dalam melaksanakan pendataan dan deklarasi pengentasan kemiskinan dari tingkat desa/kelurahan sampai kabupaten,” ucap Bupati.

Kepada semua pihak yang dengan susah payah menyiapkan acara peringatan harlah ke-14 KSB tahun ini, sambungnya, juga kepada warga KSB yang dengan penuh semangat dan suka cita menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan. “Semoga semua ikhtiar dan pengabdian kita bersama membangun ‘’Bumi Pariri Lema Bariri’’ mendapat perlindungan dan limpahan rahmat, serta ridho dari Allah SWT. Aamiin. ‘’Pariri Lema Bariri, bukan cuma basa-basi, ayo segera beri arti dengan karya dan bhakti secara ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh, dirgahayu KSB ! Dirgahayu Sumbawa Barat !,” pekik Bupati. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *