Doktor Abi Mang Siap Bantu Warga Uma Beringin Kelola Taman Kerato

oleh -474 Dilihat

Ganti Nama Taman Kerato, Perjuangkan Jalan, Sumur Bor dan Saluran

SUMBAWA BESAR, SR (25/11/2017)

Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH M.Si mengakomodir dan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Uma Beringin Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa. Selain ada sebagian yang dikoordinasikan dengan dinas terkait, sebagian lagi langsung bisa direalisasikan melalui Bantuan Keuangan yang bersifat Khusus atau yang lebih dikenal dengan dana aspirasi. Hal tersebut terungkap saat politisi senior Partai Golkar ini pada kegiatan Reses III Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Tahun 2017 di Kantor Desa Uma Beringin, Sabtu (25/11) kemarin. Kegiatan politik yang difasilitasi dan dipandu Kepala Desa setempat, Suraiman ini dihadiri seratusan warga.

Kepada Doktor Abi Mang—sapaan singkat politisi santun ini, warga mengemukakan sejumlah keinginan. Di antaranya Taman Kerato diganti nama dengan Taman Uma Beringin. Sebab taman itu bukan berada lagi di wilayah Kerato melainkan Desa Uma Beringin sehingga nama Taman Kerato sudah tidak relevan lagi. Selain mengganti nama, Kades dan warganya menginginkan agar pengelolaan taman tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa guna mendongkrak pendapatan desa. “Kami sudah pasang wifi, untuk internet gratis di taman itu, jika pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah desa, kami akan bekerjasama dengan Karang Taruna untuk membenahi asset tersebut. Di dalamnya kami tata menjadi hutan kota, taman bermain dan menghidupkan kreasi anak-anak muda serta UKM masyarakat sekitar,” beber Kades Suraiman.

Selama ini Taman itu tidak terurus dan keamanannya tidak terjamin. Hampir setiap hari kami warga di sini dan Satpol PP menggelar operasi karena tempat itu kerap digunakan untuk mabuk-mabukan dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Bahkan ada juga pasangan yang menjadikan tempat tersebut untuk berbuat hal tak senonoh. Kami sering menemukan bekas Komix dan tramadol yang digunakan anak-anak yang masih remaja,” timpal seorang warga. Jika pengelolaannya diserahkan ke desa, mereka yakin Taman itu akan tertata dengan baik, aman dan bersih. “Taman itu ada di wilayah tapi kami tidak mendapatkan multiplier effect yang positif. Orang luar datang memanfaatkannya kami yang mendapat penyakitnya,” ujar warga lainnya, seraya berharap Abi Mang dapat membantu merealisasikannya.

Selain taman, warga juga meminta perbaikan Jalan Saran sepanjang 2 kilometer. Di jalur itu terdapat tanjakan curam dan meminta agar dilandaikan sehingga tidak berbahaya saat berkendara. Jalan tersebut merupakan jalur menuju lahan pertanian milik warga Uma Beringin dan menuju pemukiman beberapa warga Desa Pelat. Sebenarnya Pemdes Uma Beringin ingin menggunakan dana desa untuk menangani jalan itu karena banyak lahan warganya di sana, tapi karena anggarannya besar juga lokasinya berada di wilayah Desa Kerato sehingga jika dialokasikan dana akan menyalahi aturan. Di lahan itu juga diharapkan dibuat mesin bor. Sebab selama ini untuk mendapatkan air jaraknya sangat jauh. “Saking jauhnya kalau berjalan untuk mencapai sumber mata air bisa-bisa kami tua di jalan,” ujar warga.

Lagipula keberadaan sumur bor tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat di tiga desa yakni Desa Uma Beringin, Desa Kerato dan Desa Nijang. Di samping bercocok tanam, sumur bor itu dapat mendukung masyarakat untuk beternak kambing, unggas dan sapi. Di bagian lain warga meminta Abi Mang dapat memperjuangkan pengerukan saluran di sekitar Taman Kerato. Selama ini ketika musim hujan, air yang datang dari tiga penjuru tidak tertampung saluran yang dangkal lalu meluap merendam pemukiman warga. Persoalan ini sebenarnya sudah lama dan beberapa kali diusulkan termasuk melalui Musrembang, tapi sampai sekarang tidak terealisasi. Padahal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Terakhir, warga meminta Abi Mang mengatasi kondisi mushollah di Desa Uma Beringin yang dalam keadaan bocor. Keberadaan mushollah itu sangat strategis karena menjadi pusat kegiatan masyarakat baik untuk pengajian, pertemuan RT dan lainnya.

Terhadap aspirasi tersebut Doktor Abi Mang siap memperjuangkannya. Untuk nama Taman Kerato yang ingin diganti dan dikelola oleh Pemerintah Desa Uma Beringin, Abi Mang meminta Kades membuat proposal yang akan dibawanya langsung kepada Bupati Sumbawa. “Karena tujuannya baik agar dapat terpelihara dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat, saya rasa tidak terlalu sulit untuk memperjuangkannya,” ucap Abi Mang.

Kemudian untuk jalan tembus, Abi berharap masyarakat bisa memahami bahwa pembukaan akses jalan itu salah satu syarat utamanya adalah untuk kepentingan umum dan ada pemukiman. Jika itu terpenuhi, pihaknya akan mengusulkan melalui APBD Perubahan 2018. Mengingat jalan tembus itu ada jembatan tentunya ini akan ditangani Dinas PU. “Saya bersama Kades akan mengajak Dinas PU untuk turun mengecek kondisi jalan itu, sehingga anggarannya bisa diestimasi sebagai bahan usulan ke APBD Perubahan 2018,” jelas Abi Mang.

Demikian dengan sumur bor, akan dikoordinasikan dengan BWS Nusa Tenggara. “Saya yang bawa langsung proposalnya menemui Kepala BWS,” janji Abi. Sedangkan saluran dan mushollah, Abi Mang meminta Kades untuk menghitung berapa anggaran untuk perbaikannya. “Insya Allah apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan kita perjuangan dan realisasikan secara maksimal. Ini adalah tugas kami untuk memastikan adanya pemerataan pembangunan. Sebab kebijakan APBD adalah untuk pengentasan kemiskinan, membuka lapangan kerja, meretas keterisoliran, dan lainnya. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *