Bupati: Kemiskinan di KSB Hanya Penyakit Mental, PDPGR Harus Jadi Solusi

oleh -461 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DPMPD SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (01/11/2017)

Kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat KSB) merupakan penyakit mental yang harus dirubah secepat mungkin. Fenomena ini harus terus ditekan dan Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) harus menjadi solusi.

Dalam sambutan Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM saat membuka Pelatihan Tim Pembina dan Tim Penggerak PDPGR KSB di Hotel Ifa Syari’ah, Selasa (31/10) mengakui sebenarnya tidak ada orang miskin di KSB. Namun yang banyak adalah mengaku miskin dan ini merupakan penyakit mental yang perlu mendapat perhatian bersama mulai tingkat desa sampai pusat. Dengan semangat gotong royong melalui program unggulan Bupati dan Wakil Bupati KSB yakni program PDPGR, diharapkan menjadi solusi dari permasalahan ini. PDPGR merupakan program yang menyentuh langsung ke tingkat masyarakat itu sendiri sehingga pemantauan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat bisa lebih maksimal.

Bupati pun menekankan kepada tim pembina (camat) dan tim pengerak (lurah/kepala desa) PDPGR untuk melakukan verifikasi warganya. Kerja bersama atau gotong royong harus dibangun untuk menekan angka kemiskinan. ‘’Keroyok dia, semua harus segera selesai diverifikasi dengan cepat dan kita mendapat data yang valid,” tukas Bupati.

Dijelaskan Bupati, tujuan pembangunan bukan hanya pembangunan fisik, namun yang penting adalah membangun manusia. Salah satunya adalah menekan angka kemiskinan. Untuk menghilangkannya adalah suatu yang tidak mungkin, sebab kemiskinan merupakan takdir Ilahi. Yang harus dilakukan adalah menyelaraskan hakekat manusia yakni memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan serta mampu membuat warga bersosialisasi. “Jika kebutuhan ini bisa terpenuhi, maka dia termasuk bukan orang miskin,” imbuhnya.

Kegiatan ini lanjut Bupati lebih untuk menyatukan atau menyamakan persepsi dalam menyukseskan PDPGR yang salah satu tujuannya menekan angka kemiskinan. Tim Pembina dan penggerak PDGR harus menunjukkan fungsinya dalam menjalankan PDPGR. Tim Pembina dan penggerak harus bersatu, bergotong royong dengan agen PDPGR. ‘’Tapi mereka punya semangat dan mereka membantu kita, semangat mereka kita kelola untuk bersama-sama membangun daerah,” tandasnya.

Lebih jauh diungkapkan Bupati, KSB merupakan satu-satunya kabupaten di luar Pulau Jawa yang sukses dengan program jambanisasi. Yang membuat kabupaten ini bebas dari buang air sembarangan. Ini semua berkat kerja bersama, gotong royong semua pihak, yang melibatkan masyarakat, agen PDPGR, dan pemerintah daerah, mulai dari kelurahan/desa hingga kabupaten. (HEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *