SUMBAWA BESAR, SR (27/11/2017)
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dipopar) Kabupaten Sumbawa menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Pelajar dan Pemanduan Bakat Tertentu. Event yang digelar di GOR Mampis Rungan Cendrawasih Sumbawa mulai Senin (27/11) hingga Rabu (29/11) ini memperebutkan Piala Tetap Bupati Sumbawa. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Tes Pemanduan Bakat Olahraga.
Kadispopar Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si dalam laporannya menyampaikan untuk meningkatkan prestasi bidang olahraga harus diadakan kompetisi yang berkesinambungan. Salah satu wujudnya adalah Kejurda Atletik Pelajar tingkat Kabupaten Sumbawa yang selanjutnya akan dibina untuk mewakili daerah pada kompetisi yang lebih tinggi baik regional maupun internasional.
Kegiatan tersebut diikuti 121 pelajar se-Kabupaten Sumbawa dan untuk pemanduan bakat diikuti 400 pelajar dari 10 sekolah tingkat SMP/MTs. Kegiatan Kejuaraan Atletik Pelajar dibiayai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, sedangkan untuk kegiatan Bimtek dan tes pemanduan bakat olahraga tertentu dibiayai Deputi Bidang Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Pengembangan dan Pemanduan Bakat pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dari Kemenpora RI, Dr. Muhammad Aziz Ariyanto, M.Pd. Dalam kesempatan itu pejabat kementerian ini sangat mengapresiasi prestasi Pemuda Samawa yang telah berhasil meraih 7 emas dari total 11 emas pada PON 2016 kemarin. Hal ini mengantar Kemenpora untuk melaksanakan Bintek dan Tes Pemanduan Bakat Tertentu guna menyiapkan pelajar Sumbawa untuk perlombaan nasional bahkan internasional demi memajukan Tana Samawa di mata dunia.
Sementara itu Bupati Sumbawa diwakili Asisten Administrasi Umum. A. Rahim S.Sos mengatakan Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah penyumbang pelari profesional di Indonesia harus sering menyelenggarakan perlombaan. Dengan banyaknya perlombaan lari dapat menjadi media bagi regenerasi atlet-atlet lari yang handal di Tana Samawa. Selain itu, kegiatan semacam ini merupakan sarana yang baik untuk meningkatkan kemampuan para atlet karena memberi sensasi dan tantangan tersendiri bagi para pelari untuk merasakan kompetisi yang sesungguhnya. (JEN/SR)






