SUMBAWA BESAR, SR (31/10/2017)
Pencinta Alam Plampang (PETANG) dinobatkan sebagai tim tamu kehormatan oleh Pemerintah Desa Lamenta Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Sebagai tanda penghormatan ini Kades setempat, Muhammad Taufik menganugerahkan satu paha daging sapi kepada tim tersebut, Senin (30/10).
Koordinator PETANG, Burhanuddin mengatakan, penobatan ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Desa Lamenta atas peran sertanya dalam menyukseskan acara “Semalam di Raja Kepe” yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa. Penobatan ini berlangsung meriah karena dirangkaikan dengan nimung 1000 ketong (nasi bambu) di 11 desa wilayah Kecamatan Empang.
Raja Kepe adalah pulau kecil yang berada di perairan laut selatan wilayah Desa Lamenta Kecamatan Empang dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer, hanya 4 Km di antaranya yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. “Kami start dari Lamenta usai sholat Jumat sekitar pukul 14.30 berjalan kaki dan tiba di Raja Kepe Hari Sabtu pukul 03.00 dinihari,” kata Bur—akrab koordinator yang juga wartawan SAMAWAREA Biro Sumbawa Bagian Timur.
Selama dalam perjalanan, timnya memasang berbagai pesan yang ditulis di papan yang telah disediakan berbagai himbauan dan larangan yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Contonya peringatan kepada pengunjung Pantai Wisata Raja Kepe “Datang Bawa Kantong Plastik, Pulang Bawa Sampah”.
Sementara Kades Lamenta, M Taufik menyampaikan terima kasih kepada Tim PETANG yang satu-satunya menempuh rute dengan berjalan kaki sekaligus ikut berperan dalam menggugah masyarakat agar menjaga lingkungan. Inilah alasan pihaknya menobatkan Tim Petang sebagai tamu kehormatan pada Acara Semalam Diraja Kepe.
Terkait keberadaan Raja Kepe, Taufik menyatakan tetap menjaga dan mengembangkannya. Terutama memperjuangkan dibukanya akses jalan menuju obyek wisata itu secara bertahap. Selain menggunakan dana desa juga bantuan dari wakil rakyat di DPR, DPRD Propinsi maupun Sumbawa. “Tidak sepenuhnya kami membuka jalan agar tidak ada pengrusakan hutan, di samping tetap menjaga wisata alam (hutan) tetap ada,” pungkasnya. (BUR/SR)





