MATARAM, SR (09/10/2017)
Gubernur NTB, Dr. TGH. Zainul Majdi MA mendukung penuh pelaksanaan Muktamar XIII Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang dilaksanakan di Asrama Haji kota Mataram akhir Oktober 2017. Dukungan ini disampaikan Gubernur NTB saat beraudiensi dengan Pengurus Wilayah GPII NTB, Ketua Pimpinan Daerah GPII se Pulau Lombok dan Ketua Umum Pimpinan Pusat GPII, Karman BM, di kantor Gubernur NTB, Senin (9/10).
Dalam kesempatan itu, Ketua Wilayah GPII NTB, Ainuddin mengatakan Gubernur NTB meminta GPII bisa merawat persatuan ummat dan bangsa. Selain itu GPII diminta merumuskan rekomendasi Muktamar yang bisa mencerahkan dan menyejukkan suasana di tengah ummat. Gubernur NTB, kata Ainuddin, berharap GPII ke depan perlu memikirkan orientasi baru, tidak hanya kaderisasi politik, namun perlu kaderisasi dalam bidang ekonomi. Bagaimana GPII ikut mengambil bagian dalam menguatkan ekonomi ummat. “GPII akan menindaklanjuti saran dan masukan dari TGB karena sangat relevan dengan kondisi saat ini ,” ujar Ainuddin didampingi Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengurus Pusat GPII, DA Malik SH.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat GPII, Karman BM mengatakan, seluruh jajaran GPII akan memanfaatkan momentum muktamar XIII sebagai ajang konsolidasi dan memantapkan arah kerja GPII menyongsong tahun politik ini. “GPII akan memberikan warna baru dalam konstelasi politik paska muktamar nanti,” janji Ketua Umum Pusat GPII yang lahir dan besar di Lombok ini.
Karman pun meminta doa restu warga masyarakat NTB agar acara muktamar GPII XIII bisa berjalan lancar, aman dan damai. “Partisipasi dan dukungan seluruh elemen warga NTB untuk menyukseskan acara muktamar penting sebagai support moral bagi GPII untuk bertambah maju,” imbuhnya.
Selanjutnya Ketua LBH Pengurus Pusat GPII, DA Malik SH memastikan paska muktamar nanti, GPII akan lebih intens memberikan proses edukasi dan pendampingan hukum secara prodeo. “Ini wujud kepedulian GPII untuk membantu rakyat kecil memperoleh hak-hak keadilannya,” timpalnya.
Sementara itu Muktamar GPII akan dilaksanakan di asrama Haji Mataram, 26-30 Nopember 2017. Muktamar ini akan dihadiri sekitar 1000 peserta dan peninjau dari beberapa provinsi se Indonesia. (*)






