SUMBAWA BESAR, SR (29/09/2017)
Sekitar 13 hektar tanaman padi di Desa Jotang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa terancam gagal panen. Pasalnya lahan tersebut mengalami kekeringan. Kondisi yang dialami sekitar 15 orang petani ini telah dilaporkan pihak kecamatan kepada dinas terkait berharap ada langkah-langkah penyelamatan.
Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa, Tarunawan SP S.Sos yang ditemui SAMAWAREA, Jumat (29/9) pagi, mengakui adanya laporan tersebut. Kekeringan itu dialami petani di Jotang Kecamatan Empang karena lahan setempat bukan daerah irigasi. Selain itu petani yang terancam gagal panen ini telat menanam padi, di saat petani lainnya menjelang panen. “Jika petani Jotang itu menanam bersamaan dengan temannya, mungkin tanaman padinya ini sudah siap panen,” kata Tarunawan.
Untuk menyikapi kondisi tersebut, Tarunawan mengaku akan menggelar pertemuan Jumat (29/9) malam ini dengan para penyuluh di kantor desa setempat. Pertemuan ini untuk mencari solusi. Jika ada sumber air untuk mengairi sawah tersebut, pihaknya akan mencoba membantu menggunakan pompa.
Di bagian lain Tarunawan berharap para petani untuk mengikuti Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dengan masuk AUTP, para petani tidak terlalu dirugikan jika lahannya dilanda kekeringan dan banjir. Kewajiban petani peserta AUTP ini hanya membayar Rp 36 ribu satu musim tanam. Ketika lahannya diterjang kekeringan dan musibah banjir maka dapat mengklaim kerugian Rp 5 juta per hektar. (JEN/SR)







Đâu là nhà cái cá cược nhất hiện nay? yêu cầu lựa chọn nhà cái nào để chơi? Chúng tôi sẽ đề xuất top 10 nhà cái uy tín cá độ rẻ nhất trong năm 2022 để người chơi có cái nhìn tổng quan và đưa ra lựa chọn riêng cho mình.