Kementerian LHK: Potensi Madu di Sumbawa Cukup Besar, Tapi….

oleh -509 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (19/07/2017)

Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) datang ke Kabupaten Sumbawa untuk mengecek potensi madu khususnya yang berada di wilayah pengawasan KPH Batu Lanteh, Selasa (18/7) kemarin. Tim yang dipimpin Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian LHK, Dr. Rufi’ie dan didampingi Kepala KPH Batu Lanteh, Julmansyah S.Hut ini turun di dua desa yaitu Desa Batu Dulang Kecamatan Batu Lanteh dan Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes. Selain melihat potensi madu, tim menyempatkan diri berdialog dengan kelompok Jaringan Madu Hutan. Untuk di Batu Dulang, tim belajar cara pemerasan madu dengan sistem tiris. Sementara di Desa Pelat, tim mengunjungi Sentra Pembelajaran Trigona.

Kepada media ini, Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian LHK, Dr. Rufi’ie mengatakan, kunjungan ini salah satu cara untuk memfasilitasi KPH. Salah satunya dengan pembentukan forum bisnis, serta bagaimana cluster industri hasil hutan bukan kayu. Untuk di wilayah KPH Batu Lanteh, potensi yang ada adalah madu, namun masih belum terintegrasi. Pihaknya akan mencoba mengintegrasikannya dengan merangkul semua pihak terkait termasuk digabungkan dengan pembeli. “Orang yang berkunjung ke Sumbawa yang dicari madu. Apakah bisa menjamin madu hutan itu terus ada ? ini perlu sentuhan berbagai pihak agar produksi madu hutan bisa terjaga baik kualitas maupun kuantitasnya,” kata Doktor Rufi’ie.

Ia mengakui jika Sumbawa memiliki potensi madu yang besar, namun tidak bisa diandalkan untuk terus ada karena tergantung dengan alam. Contohnya, jika hujan maka kualitasnya kurang bagus dan untuk mengambilnya pun susah. Untuk itu sudah harus dikembangkan cara agar madu itu tidak hanya didapat dari alam melainkan dengan cara dibudidayakan sehingga produksi madu bisa berkelanjutan. (JEN/SR)

bawaslu

Response (1)

  1. Sejak penyakit HIV-AIDS kali pertama ditemukan di Indonesia pada 1987 di Bali, hingga saat ini, persebarannya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tercatat, sebanyak 336 kabupaten/kota di antara 498 kabupaten/kota di Indonesia telah tersebar HIV-AIDS. Potensi madu ternyata dapat menangani penyakit HIV/AIDS. Yuk, simak penjelasan langsung di link berikut ya, terimakasih : http://news.unair.ac.id/2017/12/14/potensi-madu-terhadap-penanganan-hiv-aids/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *