Seorang Nenek Tewas Terpanggang Api

oleh -495 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (27/03/2017)

Musibah kebakaran di lingkungan RT 14 RW 007 Dusun Lenangguar B, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Minggu (26/3) malam, menjadi akhir hidup Mastari. Nenek berusia 70 tahun ini tewas mengenaskan. Tubuhnya hangus terbakar hingga tersisa kerangka. Selain menghilangkan nyawa nenek malang tersebut, api juga menghanguskan rumah tempat tinggalnya dan sempat merembet di dua rumah lainnya.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 21.15 Wita. Api tersebut dari berasal rumah panggung milik Mariati—putri dari Nenek Mastari. Sebelum kejadian, korban berada sendirian di dalam rumah dan terbaring sakit. Sedangkan Mariati sedang mencari anaknya. Kuat dugaan api berasal dari kolong rumah panggung tersebut lalu merambat naik melahap bagian-bagian rumah yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Api cepat membesar dan berkobar hebat. Mariati yang mendapat informasi langsung meminta bantuan warga untuk menyelamatkan Nenek Mastari. Selain berusaha memadamkan api, warga berusaha mendobrak pintu. Namun sayang Nenek Mastari tidak dapat diselamatkan. Tubuhnya ditemukan sudah dalam kondisi hangus menjadi kerangka. Diduga korban berusaha menyelamatkan diri. Sebab sebelumnya korban yang terbaring di kamar ditemukan berada di dapur diperkirakan mencari jalan keluar dari kobaran api. Si jago merah ini juga merambat ke dua rumah di sekitarnya. Adalah rumah M Nur Ondang dan rumah M Saleh Nurdin yang terbakar di bagian dapur.

Untuk memadamkan api agar tidak meluas, warga bahu-membahu menggunakan air seadanya. Mobil pemadam pun tiba setelah api sudah padam. Hal ini selain informasi yang diterima pemadam terbilang sedikit terlambat, juga jarak menuju lokasi dari Kota Sumbawa ke Lenangguar, cukup jauh. Jasad korban telah dievakuasi dan dikebumikan pada Senin (27/3) pagi tadi sekitar pukul 08.30 Wita.

Sekcam Lenangguar, Syahruddin S.Sos yang dihubungi mengatakan musibah kebakaran itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga rumah terbakar. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran dan polisi masih melakukan penyelidikan. Untuk mengamankan lokasi, polisi telah memasang policeline. Demikian juga dengan kerugian yang diderita masih dihitung, namun diperkirakan mencapai Rp 200 juta. BPBD, PMI, pemerintah kecamatan beserta unsure Muspika telah turun ke lokasi. Selain menghimpun data, juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Sedangkan bantuan dari Dinas Sosial, masih menunggu surat laporan dan pengajuan dari pemerintah kecamatan. Mengenai tempat tinggal Mariati yang kehilangan rumah, ungkap Bang Lut—sapaan Sekcam, untuk sementara ditampung di rumah tetangganya. Dua korban lainnya tinggal di rumahnya sendiri, karena ada sebagian yang tidak terbakar. (JEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *