SUMBAWA BESAR, SR (14/01/2017)
Mengatasi masalah justru menimbulkan masalah. Itulah kondisi pengerjaan Jembatan Pamunga yang putus beberapa waktu lalu. Pasalnya pelaksana pekerjaan menimbun tanah untuk menyambung jembatan tersebut. Akibatnya sejumlah kendaraan tertahan di timbunan tersebut dan tidak bisa jalan karena tanahnya ambrol. Hal itu dikeluhkan para pengguna jalan yang menilai pengerjaan jembatan tidak becus dan asal-asalan.
Andi—warga Prode 2 Kecamatan Plampang kepada SAMAWAREA, Sabtu (14/1), mengeluhkannya. Seharusnya pihak pekerja proyek tidak sekedar menimbun, apalagi menggunakan tanah. Sebab ketika hujan turun timbunan itu berlumpuh dan lunak sehingga labil saat dilalui kendaraan. Seharusnya timbunan itu diperkuat dengan koral atau sertu. “Timbunan itu tidak kuat, buktinya kendaraan roda empat tertahan di jembatan karena rodanya tertanam di timbunan yang berlumpur,” tukasnya.
Sementara Adriansyah—salah satu pekerja jembatan itu mengaku jika timbunan tersebut akan dipasangi sertu. “Besok sertunya datang, sekarang masih di Maronge,” aku Adriansyah. (BUR/SR)








