SUMBAWA BESAR, SR (04/01/2017)
Sedikitnya 9 bahan peledak terdiri dari mortir dan granat meledak di Kompi Brimob Sumbawa, Rabu (4/1) siang sekitar pukul 01.30 Wita. Suaranya menghentak keras hingga menimbulkan getaran yang cukup hebat. Anehnya, ledakan bom itu tidak membuat personil setempat terkejut. Ternyata bom peninggalan Jepang pada Perang Dunia II itu sengaja diledakkan untuk dimusnahkan. Pemusnahan yang dipimpin Danki Brimob, IPTU Reza Aditya itu disaksikan Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK, Kabag Ops Kompol Yusuf Tauziri SIK dan Kasat Intelkam AKP Yunus LSM, serta sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik local, regional, dan nasional.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengatakan bahan peledak yang dimusnahkan (didisposal) ini terdiri dari dua jenis yaitu bom jenis mortir sebanyak delapan buah yang ditemukan di Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas, dan bom jenis granat tangan yang ditemuikan di Kecamatan Lape. Keduanya ditemukan masyarakat pada Tahun 2016 lalu. “Semua bom itu masih aktif dan selama ini disimpan di gudang Subden Brimob Sumbawa,” kata Kapolres.
Karena terlalu lama disimpan, dikhawatirkan akan meledak. Daya ledak bom berukuran 40 x 10 centimeter ini pun tinggi. Karena itu dilakukan disposal atau pemusnahan guna menghindari munculnya masalah di kemudian hari.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang menemukan bahan peledak tersebut yang dengan kesadaran sendiri melaporkannya ke pihak kepolisian untuk diamankan. Apresiasi juga disampaikan kepada personil Brimob yang bersikap sigap dalam menyikapi pengaduan masyarakat. “Jadi tidak ada bom yang meledak dan membahayakan masyarakat,” demikian Kapolres. (JEN/SR)






