SUMBAWA BESAR, SR (13/01/2017)
Warga di Desa Usar Kecamatan Plampang terlihat sangat gusar. Betapa tidak, bendungan setempat jebol, dan ratusan hektar sawah terancam gagal tanam. Meski demikian petani yang tergabung dalam P3A Orong Usar bersikap sigap. Mereka bahu membahu melakukan gotong royong untuk menangani bendungan yang jebol. Salutnya lagi, Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan dan Danramil Plampang beserta anggota termasuk Babhinkamtibmas dan Babinsa, ikut membantu.
Ketua Panitia P3A Orong Usar, H Saharuddin yang ditemui SAMAWAREA di lokasi gotong royong, Jumat (13/1), mengaku bahwa bendungan itu adalah satu-satunya yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi sawahnya. Jika tidak segera tertangani, petani akan merugi karena ratusan hektar areal persawahan gagal tanam. Dalam mengatasinya, mereka harus bergerak karena untuk menunggu bantuan pemerintah memperbaikinya harus melalui birokrasi yang panjang dan memakan waktu yang lama. “Kami bergotong-royong memasang bronjong di titik tempat jebolnya bendungan. Kami lakukan secara swadaya meski memanfaatkan batu gunung dan sarana yang terbatas. Asal bendungan itu bisa menampung sedikit air,” katanya.
Selain itu Haji Din—sapaan akrabnya, mengaku sangat bangga dengan kepedulian Kapolsek dan Danramil beserta anggotanya yang ikut bersama petani bergotong-royong mengatasi jebolnya bendungan. “Kami salut. Kami hanya bisa menyampaikan terimakasih,” ucap Haji Din. (BUR/SR)










