SUMBAWA BESAR, SR (23/01/2017)
Kepanikan menyelimuti warga Kota Sumbawa terutama yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Pasalnya, air sungai Brang Bara-Brang Biji seketika meluap, Senin (23/1) sore. Sejumlah warga terlihat mengevakuasi harta bendanya karena khawatir air terus meninggi. Beberapa rumah di belakang Toko Mitra dan Modes Surabaya, terlihat tergenang. Demikian dengan tiga rumah di wilayah Karang Bage juga tergenang. Namun genangan air hanya setinggi satu centimeter. Air terlihat surut sekitar pukul 17.00 Wita, menyusul meredanya hujan yang mengguyur ringan sejak pukul 16.00 Wita.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Sumbawa, Dedi Susanto yang turun ke lokasi, mengatakan, luapan air sungai tidak menimbulkan dampak yang cukup parah. Sebab sebagian pemukiman di sepanjang bantaran masih aman karena tanggul terlihat tinggi. Kecuali beberapa rumah di belakang Toko Mitra dan Modes Surabaya. Sebab beberapa kepala keluarga itu membangun rumah di atas tanggul hasil sodetan sungai Brang Bara—Brang Biji. Kendati banjir kecil, rumah itu masih terdampak. Sedangkan beberapa rumah lainnya yang tergenang, karena air sungai tersebut masuk melalui saluran pembuangan.
Untuk diketahui, ungkap Dedi, luapan sungai yang cukup membuat warga Kota Sumbawa panic karena hujan lebat di wilayah hulu atau yang biasa disebut ‘ujan otak’. Ketika wilayah hulu diguyur hujan lebat meski hujan tidak terjadi di wilayah perkotaan, pasti air sungai meluap. “Hujan otak ini sudah menjadi tanda, makanya kami menempatkan personil di wilayah hulu, agar informasi dapat diperoleh secepatnya sehingga kami bisa segera mengingatkan dan menginformasi warga,” demikian Dedi. (JEN/SR)









