SUMBAWA BESAR, SR (04/12/2016)
Aksi illegal logging kian merajalela. Hutan Jaran Pusang—salah satu kawasan bagian timur yang berada di wilayah Kecamatan Plampang, dalam kondisi rusak. Sebagian hutan sudah gundul, kerimbunan sudah langka terlihat. Tim Penjelajah Rimba menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut.
Tim yang dikomandani Burhanuddin ini sengaja menjelajah hutan Jaran Pusang ingin memastikan kondisi itu. Hal ini mengingat banyaknya sumber mata air di Plampang yang mengering. “Benar saja, kami menemukan bonggol-bonggol kayu yang pohonnya sudah ditebang oleh para perambah,” kata Bur—akrab Komandan Tim ini disapa.

Dia menduga para pelaku melakukan aksinya dalam jumlah banyak dan menginap berhari-hari di dalam hutan. Ini terlihat bekas makanan dan minuman yang berserakan. Untuk itu Bur mendesak pemerintah melalui aparat terkait mengambil langkah-langkah strategis agar kerusakan hutan di wilayah setempat tidak bertambah parah. “Ini bagaikan bom waktu. Jika terus dibiarkan tanpa ada tindakan, tinggal tunggu saja bencana besar datang melanda,” ujarnya.
Bur mengaku tanda-tanda tersebut sudah mulai Nampak. Ketika musim penghujan, tanah di pegunungan Jaran Pusang sudah mulai terkikis, yang lumpurnya mengendap di sungai sekitar. Sungai pun menjadi dangkal, dan ketika air menerjang akan meluap dan melahap pemukiman. “Jadi sebelum terlambat, segeralah bertindak. Jangan sampai menyesal di kemudian hari,” ajaknya. (BUR/SR)







