SUMBAWA BESAR, SR (04/12/2016)
Selain Non-Timber Forest Product-Exchange Programme (NTEP-EP), Sourthern Cross University (SCU) Australia juga menjalin kerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Lingkup kerjasamanya hampir sama yakni terkait madu hutan Sumbawa dan aspek lingkungannya. Belum lama ini SCU Australia memboyong 8 mahasiswanya bertandang ke Kampus UTS di kaki Bukit Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu. Mahasiswa yang dipimpin Cooper Schouten—dosen SCU ini langsung menggelar diskusi sekaligus teken kerjasama dengan Fakultas Teknobiologi UTS yang berlangsung di Aula Serbaguna Gedung Pertamina setempat.
Kerjasama antara SCU Australia dengan UTS merupakan kerjasama penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi sumber pakan dan faktor lingkungan yang menunjang pelestarian dari madu hutan Sumbawa. Hasil kerjasama penelitian ini nantinya akan menjadi rekomendasi dalam pengelolaan madu hutan yang berkelanjutan di Sumbawa. Selain itu, perlu dilakukan pengujian biologi terkait keberadaan mikroogranisme pada madu untuk mengetahui jenis atau spesies mikroba yang terdpat di dalamnya.
Tim dari SCU Autralia akan berada di Sumbawa selama dua pekan dengan rangkaian kegiatan penelitian yang dimulai pada 27 November hingga 9 Desember 2016. Rangkaian agenda SCU Autralia ini di antaranya mengambil sampling madu hutan dan sampel tanaman pakan madu hutan di Desa Batudulang, Kecamatan Batulanteh, Sumbawa. Mengadakan workshop pengolahan madu lestari dan produk sampingan madu hutan bersama para petani madu. Mengidentifikasi mikroba dalam madu hutan Sumbawa, serta melakukan kunjungan pada institusi pendidikan lokal yang memiliki fokus penelitian dan pengembangan bidang yang sama, dimana UTS menjadi satu-satunya pilihan dari Cooper dan Tim.
Dalam kunjungannya di UTS, Cooper dan Tim mengisi kuliah tamu, Mata Kuliah Biologi Madu di Fakultas Teknobiologi yang diampuh oleh Julmansyah, S.Hut., M.A.P yang juga menjabat sebagai Ketua Jaringan Madu Hutan Sumbawa. Julmansyah, S.Hut., M.AP menjadi fasilitator tim dari SCU Autralia dalam kegiatan penelitiannya selama di Sumbawa.
Dalam kuliah tamunya, Cooper mengajak seluruh mahasiswa untuk berdiskusi mengenai 5 topik utama, yaitu riset dan pengembangan teknologi, madu hutan, strategi pemasaran, ketahanan lingkungan, serta kesetaraan gender. Sementara terkait kerjasama Cooper berharap dapat mempercepat kemajuan penelitian di UTS, serta memotivasi mahasiswa agar semakin giat mengembangkan kualitas dan kuantitas penelitiannya sehingga mampu bersaing di dunia pendidikan internasional. (NN/NDP/SR)







