Bertema “Ibu Hebat, Bangsa Bermartabat”
SUMBAWA BESAR, SR (04/12/2016)
SDIT Samawa Cendekia akan menggelar Seminar Nasional Parenting, 18 Desember mendatang. Kegiatan dengan tema “Ibu Hebat, Bangsa Bermartabat” ini dihajatkan dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2016. Seminar nasional yang rencananya dilaksanakan di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa tersebut ditargetkan akan diikuti sekitar 300 orang peserta.
Ketua Panitia, Desi Maulidyawati, M.Pd, mengatakan, seminar nasional ini sengaja dilaksanakan dalam memperingati Hari Ibu. Ini dimaksudkan karena orang tua terutama ibu, sangat berperan penting dalam pembentukan karakter anak bangsa. Pembentukan karakter anak menjadi salah satu dari beberapa tujuan pendidikan nasional. Yakni mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Selain itu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun pada kenyataannya ungkap Eci—akrab guru SDIT SC ini disapa, banyak terjadi kasus-kasus yang berkaitan dengan kenakalan remaja, pergaulan bebas, eksploitasi anak dan kasus lainnya yang begitu miris terjadi di bangsa ini. Kasus tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang berbudaya telah mengalami kemerosotan karakter yang merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. “Tentunya semua orang tua mengharapkan putra-putrinya memiliki budi pekerti yang baik,” ujar Eci.
Menurut guru yang masih lajang ini, sekolah menjadi salah satu tempat anak memperoleh pendidikan dan juga tumpuan sebagian orang tua untuk mewujudkan harapannya, tentunya memiliki pekerjaan yang sangat kompleks. Mendidik anak pada bidang ilmu pengetahuan seperti matematika, sains, ilmu sosial, dan lainnya serta mendidik anak agar berakhlaqul karimah, bukan pekerjaan yang mudah. Anak menghabiskan waktu di sekolah rata–rata selama sekitar 6 jam per hari dan sisanya di rumah bersama orang tua ataupun orang yang berada dekat dengannya. “Faktor keluarga diyakini sebagai faktor yang paling utama berpengaruh pada anak-anak. Artinya, kebiasaan anak saat berada di sekolah untuk menanamkan karakter pada diriya akan menjadi sia–sia jika tidak ada dukungan atau tauladan dari orang tua di rumah,” imbuhnya.

Karenanya, orang tua hendaklah menjadikan guru sebagai partner dalam mendidik dan menanamkan karakter kepada anak. Begitupun dengan guru (pihak sekolah), melibatkan orang tua dalam berbagai program yang dilaksanakan sekolah. Namun pada kenyataannya, saat ini masih banyak orang tua yang belum paham bahwa mereka berperan besar dalam pembentukan karakter seorang anak.
Melalui seminar nasional parenting ini, Desi berharap orang tua dan sekolah dapat mengetahui tugas masing–masing serta bekerjasama dalam membentuk karakter anak. “Hal ini sejalan dengan tujuan seminar yaitu memberikan pemahaman kepada orang tua, bahwa mereka sangat berperan dalam pembentukan karakter anak. Memberikan pemahaman kepada pihak sekolah, bahwa melibatkan orang tua dalam berbagai program sekolah sangat berpengaruh pada keberlangsungan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (JEN/SR)









