Puncak Hujan di Sumbawa Desember—Januari 2017, Potensi Cuaca Buruk

oleh -472 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (22/12/2016)

BMKG Kabupaten Sumbawa memperkirakan puncak musim hujan di daerah ini terjadi pada Bulan Desember 2016 dan Januari 2017. Artinya lebih maju dari prakiraan sebelumnya yang diperkirakan sekitar Bulan Januari–Februari 2017 mendatang. “Puncak hujan ini berpotensi sekali terjadinya cuaca buruk atau ekstrim,” kata Prakiraan Cuaca Kantor BMKG Sumbawa, Deni Agus Abriawan kepada SAMAWAREA, Kamis (22/12).

Potensi cuaca buruk ini ungkap Deni—sapaan akrabnya, dipengaruhi adanya fenomena La Nina dengan curah hujan yang tinggi. Akibat adanya fenomena El Nino dengan panas yang berkepanjangan pada beberapa bulan sebelumnya sehingga menyebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Disinggung mengenai kondisi saat ini, Deni menjelaskan, berdasarkan pantauan dan prakiraan cuaca BMKG Sumbawa, dari analisis atmosfer terdapat pusat tekanan rendah di bagian selatan Bali dan memanjang hingga bagian selatan NTB serta terjadinya belokan arah angin yang menyebabkan berkumpulnya uap air dan membentuk awan hujan di wilayah NTB khususnya Pulau Sumbawa. Dari Citra Satelit juga terpantau adanya terbentuk siklon di bagian utara Australia atau bagian selatan NTT. Hal itu sangat berdampak pada beberapa wilayah di Indonesia. “Kondisi ini telah berlangsung sejak Sabtu (17/12) lalu dan diperkirakan akan berakhir selama sepekan. Intensitas hujan yang berlangsung selama ini mulai dari intensitas ringan hingga intensitas sedang, namun juga terjadi hujan dengan intensitas lebat namun tidak berlangsung lama,” bebernya.

Kondisi cuaca seperti ini, sambungnya, membentuk awan Comolonimbus yang biasa disebut awan CB. Dari awan CB inilah terjadinya pergerakan angin yang tergolong kencang dan berlangsung tidak lama tetapi berulang–ulang. Pergerakan angin yang ditimbulkan oleh pembentukan awan CB juga berpengaruh terhadap ketinggian gelombang laut. Di bagian selatan Sumbawa ketinggian gelombang sekitar 1,5 – 3 meter, di bagian barat Sumbawa 0,1 hingga 2,5 meter. “Ini juga perlu diwaspadai,” demikian Deni. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *