SUMBAWA BESAR, SR (02/12/2016)
Aksi bela Islam tidak harus turun ke jalan untuk menggelar aksi demontrasi. Hal itulah yang dilakukan masyarakat muslim di Kabupaten Sumbawa, Jumat (2/12). Bertempat di Masjid Agung Nurul Huda, seribuan orang yang tergabung dalam Forum Penegak Syiar Islam (FPSI) mengikuti Sholat dan Dzikir bersama. Meski demikian FPSI tetap menyatakan sikap mendesak aparat penegak hukum segera menahan terduga pelaku penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kegiatan bertajuk “Sumbawa Berdzikir” ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa AKBP. Muhammad, SIK, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. ARM. Sumanto, tokoh agama, pimpinan ormas Islam dan lainnya. Dalam kegiatan yang dilaksanakan usai shalat Jumat itu juga diisi dengan tauziah kebangsaan oleh TGH Ahmad Muchlis. Di bagian lain kegiatan itu, secara spontanitas melakukan penggalangan dana bagi umat muslim Rohingya di Myanmar. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan dimulainya gerakan shalat subuh berjamaah yang diinisiasi Pemda Sumbawa.

Ketua Umum FPSI Sumbawa, H.M. Jurnawi Fakhruddin dalam pernyataan mendesak Kejaksaan Agung RI untuk segera menahan Ahok. Sebab, Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana yang dilakukan terhadap para pelaku penista agama lainnya. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan supremasi hukum kepada semua pelaku tindak pidana tanpa pandang bulu. Hal ini agar terpenuhinya rasa keadilan di tengah masyarakat. Pihaknya juga mendesak pemerintah untuk tidak memberikan perlindungan terhadap Ahok yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepada masyarakat, diminta untuk tetap mengawal proses hukum kasus ini. Kepada umat Islam agar tetap bersatu dalam membela agama, menjaga keutuhan NKRI dengan kebhinekaannya berdasarkan undang-undang dasar 1945 dan pancasila. Pernyataan sikap itu kemudian diserahkan kepada Kapolres Sumbawa, AKBP. Muhammad, SIK, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. ARM. Sumanto dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa, Erwin Indrapraja, SH., MH.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, menyebutkan aksi yang dilaksanakan ini merupakan aksi kedua karena sebelumnya dilaksanakan pada 4 November lalu. Namun dalam kegiatan kali ini, pihaknya melakukan kegiatan dzikir bersama, sekaligus melaunching shalat subuh berjamaah. Kegiatan tersebut juga menguatkan rasa dan barisan ukhuwah Islamiah dan persatuan di antara kalangan muslim, serta persaudaraan secara nasional. Bupati sudah mengeluarkan dua surat imbauan kepada semua SKPD, yakni untuk melaksanakan shalat berjamaah tepat waktu. Pada 30 November lalu, bupati juga mengeluarkan surat imbauan kedua yaitu mengajak semua pihak untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Rencananya, shalat subuh berjamaah pertama dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Huda. (JEN/SR)









