SUMBAWA BESAR, SR (06/12/2016)
Penerima kompensasi lahan Olat Maras meminta pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa untuk mensterilkan lahan di Blok Sebasang. Mereka tidak ingin ada pihak-pihak yang menggarap atau menempati lahan tersebut. Permintaan ini disampaikan Ketua Tim Seleksi Olat Maras Blok Sebasang, Ahmad Junaidi, Selasa (6/12) sebagai buntut dari penyerangan sekelompok orang yang menyebabkan dua warganya terluka parah, pagi tadi.
Selama ini ungkap Junaidi—akrab mantan Kades Sebasang yang kini menjadi wakil rakyat di DPRD Sumbawa, pihaknya memberikan toleransi kepada warga Desa Kerekeh yang sudah terlanjur menggunakan lahan tersebut untuk bercocok tanam. Terlebih lagi adanya hasil rapat yang dipimpin Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, belum lama ini yang menyepakati diberikannya toleransi dan kebijaksanaan tersebut. Namun dengan adanya aksi penyerangan ini, pemilik Blok Sebasang meminta agar lahan mereka disterilkan. “Ini sudah keterlaluan, tidak ada toleransi lagi, harus disterilkan, karena kami tidakingin ” cetusnya.
Diakui Junaidi, dua warganya–Ahmad Adam dan Burhanuddin yang terluka parah akibat diserang sekelompok bercadar, dinilainya orang yang sudah sangat bijaksana dan berbaik hati. Sebab sebelum kejadian, ada beberapa orang datang kepada keduanya menginformasikan kalau lahan miliknya sudah terlanjur dibersihkan dan meminta ijin untuk ditanami jagung. Dengan berbesar hati, Ahmad Adam dan Burhanuddin mengijinkannya. “Ini sungguh luar biasa, dan sangat bijaksana. Tapi mengapa ada penyerangan. Apalagi penyerangan itu terjadi saat warga Blok Sebasang tengah membangun jalan agar akses ke lokasi itu mudah dijangkau dan menjadi penghubung dari satu lokasi ke lokasi lain,” tandasnya.
Terhadap hal itu, Junaidi kembali menegaskan tidak ada ruang lagi untuk negosiasi, karena lahan harus segera dikosongkan. Pemerintah daerah juga didesak menyudahi persoalan itu agar tidak lagi berlarut-larut yang memicu timbulnya permasalahan baru. (JEN/SR)







