Pemda KSB Tambah Dua RTH di Kota Taliwang

oleh -693 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (29/11/2016)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat merencanakan akan menambahkan dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Taliwang untuk menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Pada acara Peresmian Taman Tiang Nam belum lama ini, Bupati KSB Dr. Ir. H.W Musyafirin MM mengatakan, dengan adanya taman tersebut, ribuan masyarakat bisa mengais rejeki setiap harinya sehingga perekonomian terus bergerak. Mengingat pentingnya keberadaan RTH, Pemda merencanakan membuat dua lagi RTH yang berlokasi di Simpang Berang tepatnya di SMA Muhammadiyah yang akan ditukar-gulingkan dengan SDN 3 Taliwang. “Kami sudah meminta kepada pihak Yayasan Muhammaddiyah untuk dibantu dan bekerjasama,” katanya.

Kemudian di Simpang Selek samping puskesmas yang merupakan lahan milik pemerintah provinsi. “Kami juga sudah minta kepada provinsi untuk menghibahkan lahan kepada Pemda KSB yang saat ini dalam proses,” imbuhnya.

Sebelumnya Perwakilan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina mengatakan akan menjadikan Taman Tiang Nam sebagai taman terbaik di NTB. Pihaknya berjanji akan membantu merealisasikannya asalkan lahan tempat taman itu clear and clean.

Di tempat yang sama Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Dr. Ir. Arie Situadi M.Sc mengatakan, salah satu indikator kesejahteraan masyrakat adalah jika masyarakat bisa mengekspresikan perasaannya. Keberadaan RTH, menurutnya, akan memicu kreatifitas masyarakat melalui perasaan yang senang gembira tanpa ada beban sehingga akan bisa menghasil karya yang luar biasa. “Saya dukung, karena rencana Bupati KSB untuk menambah RTH sangat bagus,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Kabag Aset Pemda KSB, M. Yusuf mengatakan untuk rencana pembangunan RTH di Simpang Berang dan Simpang Selek, sudah ditindaklanjutinya. Untuk penggunaan lahan di Mumamadiyah, pihaknya sudah menyurati pihak yayasan terkait rencana tukar guling dengan SDN 3 Taliwang dan sudah ada balasan. Dalam surat balasan itu menyebutkan jika lahan Muhammadiyah adalah tanah wakaf dari Kementerian Agama yang diterima 3 orang Nasir yang kini sudah meninggal dunia. Tiga orang ini diganti melalui SK Menteri Agama melalui Departemen Agama KSB untuk menunjuk 5 orang Nasir. “Prosesnya sedang berjalan, dan dalam penilaian Tim Aprisal untuk memastikan nilai antara Muhammaddiyah dan SDN 3 apakah sesuai atau perlu penambahan atau pengurangan,” ujarnya.

Sementara untuk lahan Simpang Selek, Bagian Aset juga sudah menyurati Provinsi meminta menghibahkan lahannya kepada pemda. Prosesnya sudah pada tahap peninjauan lapangan dan berkasnya sudah masuk di meja Gubernur. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *