Polisi Berlakukan Pengamanan Pilkades Layaknya Pilkada

oleh -349 Dilihat
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

SUMBAWA BESAR, SR (03/08/2016)

Pemilihan kepala desa (Pilkades) di sejumlah desa wilayah Kabupaten Sumbawa akan segera digelar. Rencananya Pilkades serentak di 20 desa di 13 kecamatan ini akan dilaksanakan 13 Agustus mendatang. Pesta demokrasi di tingkat desa ini dianggap rawan potensi konflik. Karenanya jajaran Polres Sumbawa akan memberlakukan pengamanan Pilkades layaknya Pilkada. Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk tetap terjaganya keamanan dan kondusifitas daerah.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK kepada SAMAWAREA, Rabu (3/8), mengatakan telah mengumpulkan semua kapolsek untuk memaparkan situasi wilayah dan rencana pengamanan terutama bagi kecamatan yang melaksanakan Pilkades. Informasi ini sangat penting untuk melakukan pemetaan sekaligus droping atau pelibatan anggota dalam memback-up pengamanan.

Ia tidak menampik jika Pilkades rawan konflik. Karena itu pengamanannya akan dilakukan semaksimal mungkin dengan mengerahkan kekuatan penuh. Ketika dirasakan tidak cukup, pengamanan akan diback-up satu kompi brimob, bahkan meminta bantuan Polres tetangga. Bukan hanya wilayah, tapi keamanan para calon kades juga akan diperhatikan. Kapolres mengaku telah menerjunkan personil untuk mengawasi para kandidat sebagai bahan diskusi dan informasi. Sehingga ketika terindikasi melakukan hal-hal janggal, bisa terdeteksi.

Disinggung daerah yang rawan pada Pilkades nanti, Kapolres mengaku memiliki kriterianya. Di antaranya desa yang memiliki calon incumbent, dan calon yang pernah bertarung pilkades sebelumnya. Kemudian ada beberapa bakal calon yang tidak lolos verifikasi. Dengan adanya kategori ini, pihaknya memiliki langkah-langkah antisipasi atau pencegahan dini.

Namun sehebat apapun aparat keamanan jika tidak didukung masyarakat maka pelaksanaan tugas di lapangan tidak berjalan maksimal. Karenanya ia menghimbau masyarakat untuk turut membantu terutama para kandidat yang tidak lolos verifikasi untuk menerima hasil tersebut secara ikhlas. Kemudian penyelenggara atau panitia Pilkades agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga independensi dan tidak memihak kepada salah satu kandidat. Demikian kepada calon kepala desa diharapkan untuk bersaing secara sehat dan demokratis. Selain itu tidak boleh curang dan berbuat hal-hal yang bisa merugikan.

Untuk masyarakat secara umum, Kapolres juga menghimbau untuk menyalurkan hak pilihnya. Artinya, sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada. Tidak terprovokasi dan menjadi provokator dengan menyebarkan isu-isu yang tidak benar. Kapolres juga tidak mentolerir jika pelaksanaan Pilkades dijadikan ajang perjudian. Ketika ini diketahui, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. “Pilkades adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin. Untuk itu pesta ini tidak boleh dinodai oleh hal-hal yang melanggar hukum,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *