SUMBAWA BESAR, SR (05/07/2016)
Ratusan orang yang tengah berbelanja di Toko Roberto dan Toko Roti Ciptasari berhamburan keluar menyelamatkan diri. Seketika suasana panik menyelimuti setelah si jago merah berkobar hebat melahap sedikitnya 10 warung dan rumah makan yang berada di tepi Jalan Jembatan Rangka Baja Bugis, Kelurahan Bugis, Sumbawa, Selasa (5/7) sore sekitar pukul 16.30 Wita. Api sempat merambat ke sisi kiri tembok Toko Roti Cipta Sari yang berdekatan dengan warung yang terbakar ini. Beruntung tidak sampai meluas setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dibantu mobil water canon dari Mapolres Sumbawa, tiba di lokasi dan memadamkan api. Seketika Jalan Hasanuddin dan ruas terusan Kamboja—Kerato, macet total. Petugas kepolisian pun turun tangan untuk mengalihkan arus lalulintas ke jalan alternatif.

Salah seorang saksi mata, Ronal mengaku saat kejadian sedang berbelanja roti di Toko Cipta Sari. Setelah melihat asap dari warung yang berdempetan dengan toko tersebut, Ronal keluar menuju asal muasal api. Pegawai PLN ini sempat masuk ke warung deretan tiga dari beberapa warung lainnya yang belakangan diketahui milik RH. Dia merasakan bau menyengat berasal dari kompor gas di warung tersebut. Ronal hendak mengevakuasi kompor tersebut tapi karena panas, dia memilih menghindar khawatir terjadi ledakan. “Saya duga kompor gas itu lupa dimatikan,” kata Ronal.

Tarzan—warga sekitar yang tinggal beberapa meter dari sumber api, juga mengakui jika api berasal dari warung milik RH—penjual nasi goreng. Dia sempat berteriak agar warga bereaksi untuk memadamkan api. Tapi api cepat membesar karena semua warung terbuat dari bahan yang mudah terbakar. “Tidak ada yang permanen, semua terbuat dari kayu dan triplek, jadi mudah terbakar,” kata mantan Kiper Gemba yang populer Tahun 1986 ini.
Sementara Kepala Pemadam Kebakaran, Lorensius Sado mengaku menerima laporan sekitar pukul 16.30 Wita dan langsung mengerahkan beberapa armada ke TKP. Sejauh ini sumber api belum diketahui, demikian dengan kerugian yang dialami. “Kami masih berusaha memadamkan sisa-sisa api, kami belum focus untuk mengidentifikasi,” ujarnya. (JEN/SR)










