SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 Oktober 2026) – Destinasi wisata Home Stay & Resto Panto Let di kawasan Samota, Sumbawa Besar, semakin menarik untuk dikunjungi. Selain menyuguhkan panorama alam yang memukau dengan hamparan laut biru hingga kawasan Tanjung Menangis, kini Panto Let menghadirkan wahana rekreasi baru berupa Flying Fox yang siap memacu adrenalin pengunjung.
Wahana yang dibangun oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Palewang, dengan nilai investasi mencapai ratusan juta rupiah tersebut dijadwalkan mulai dibuka dan dikomersialkan untuk umum pada pekan depan.
Kehadiran wahana ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, sekaligus menambah pilihan rekreasi bagi masyarakat Sumbawa yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Teknisi pemasangan wahana dari Playing Fox Nesia, Mojokerto, Firman Harimusa, menjelaskan bahwa instalasi wahana dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Tenaga teknis yang terlibat, menurutnya, telah memiliki sertifikasi terkait keselamatan dan pekerjaan di ketinggian.
Firman menerangkan, lintasan Flying Fox di Panto Let memiliki panjang sekitar 150 meter. Lintasan tersebut menggunakan sling baja berdiameter 12 milimeter dengan konstruksi enam untai yang masing-masing terdiri atas 37 kawat baja kecil.
Menurut Firman, sling yang digunakan memiliki spesifikasi kekuatan berdasarkan sertifikat sebesar 10 ton. Namun, kapasitas teknis tersebut tidak serta-merta menjadi batas jumlah pengunjung yang dapat meluncur bersamaan, karena pengoperasian harus mengikuti perhitungan beban dan standar keselamatan.
Untuk meningkatkan aspek keamanan, wahana ini menggunakan dua sling, yakni sling utama dan sling cadangan. Penggunaan dua sling tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipasi apabila salah satu sling mengalami gangguan.
Selain itu, tersedia sejumlah perangkat keselamatan penunjang yang digunakan dalam operasional wahana. Pengelola juga perlu memastikan operator mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum melayani pengunjung.
Firman menambahkan, kondisi cuaca dan arah angin turut memengaruhi aktivitas Flying Fox. Karena itu, operasional wahana harus mempertimbangkan kondisi lapangan dan dihentikan ketika cuaca tidak memungkinkan, termasuk saat hujan atau terdapat potensi bahaya.
Sementara itu, Pengelola Panto Let, Mujahid, mengatakan wahana baru tersebut dihadirkan untuk memperkaya fasilitas rekreasi di kawasan wisata Panto Let.
Menurutnya, pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana alam yang sejuk, tetapi juga merasakan sensasi meluncur dari ketinggian sambil menyaksikan bentang alam Samota.
“Wahana ini dibangun untuk menambah pilihan rekreasi bagi masyarakat Sumbawa. Pengunjung bisa menikmati keindahan alam Panto Let dari sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.
Mujahid menyebutkan, Flying Fox Panto Let direncanakan mulai dibuka untuk umum pekan depan. Tarif yang disiapkan sebesar Rp25.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak.
Ia berharap kehadiran wahana tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuat Panto Let semakin dikenal sebagai salah satu pilihan destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa.
Antusiasme terhadap wahana ini sudah terlihat saat uji coba dilakukan. Tendri, seorang siswa kelas III sekolah dasar, mengaku awalnya takut mencoba Flying Fox. Namun, setelah berhasil meluncur untuk pertama kalinya, ia justru merasa senang dan ingin mengulanginya hingga tiga kali.
Pengalaman tersebut membuatnya tertarik mengajak anak-anak lain untuk mencoba wahana yang dinilainya menantang sekaligus menjadi ajang menguji keberanian.
Hal serupa disampaikan Muis, pria berusia 66 tahun yang juga telah menjajal wahana tersebut. Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
“Rugi kalau tidak mencoba. Sekali mencoba bisa ketagihan. Ayo ke Panto Let, rasakan sensasi berada di udara bersama Flying Fox,” ajaknya.
Dengan hadirnya wahana baru ini, Panto Let diharapkan semakin memperkuat daya tarik wisata Samota. Perpaduan panorama alam, fasilitas penginapan dan restoran, serta aktivitas rekreasi di ketinggian menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.
Meski demikian, Muis juga berharap pengelola memastikan seluruh aspek keselamatan, kelayakan peralatan, dan kesiapan operator terpenuhi sebelum wahana beroperasi secara komersial. (SR)






