SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 Oktober 2026) – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid, mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan merawat persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Baitul Makmur, Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (16/10/2026).
Fauzan menegaskan, menjaga kerukunan menjadi semakin penting menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di sejumlah wilayah di Pulau Lombok. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi pemicu konflik horizontal yang merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Mari kita jaga kebersamaan dan persatuan. Tentu hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya konflik horizontal di masyarakat,” kata Fauzan di hadapan para jemaah.
Bupati Lombok Barat dua periode, 2016–2024, itu menjelaskan bahwa kebersamaan merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan damai. Ketika rasa persaudaraan terpelihara dengan baik, masyarakat akan tumbuh menjadi lebih peduli, saling menghormati, dan melindungi satu sama lain.
Ia mengingatkan, prinsip tersebut harus tetap dipegang, baik dalam menghadapi pilkades, pemilihan kepala daerah (pilkada), maupun pemilihan umum (pemilu).
“Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga harus tetap menjadi yang utama,” tegasnya.
Fauzan yang pernah menjabat Ketua KPU NTB periode 2008–2013 itu menambahkan, salah satu cara menjaga kerukunan selama pesta demokrasi adalah menghormati pilihan setiap orang. Sebab, setiap individu memiliki pandangan dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan pemimpin.
Menurutnya, kontestasi politik hanya berlangsung dalam waktu tertentu, sedangkan hubungan persaudaraan dan kebersamaan harus dijaga sepanjang hayat.
“Perbedaan pilihan bukanlah alasan untuk memutus silaturahmi. Pilkades atau pemilu lain hanyalah peristiwa politik sesaat. Persaudaraan dan kebersamaan adalah investasi sosial seumur hidup,” ujarnya.
Ajak Jauhi Su’udzon, Tajassus, dan Ghibah
Dalam khotbahnya, Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan NTB II Pulau Lombok tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan hubungan baik dengan sesama. Ia mengajak masyarakat menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Fauzan secara khusus mengingatkan jemaah agar menjauhi tiga perilaku yang dapat merusak persaudaraan, yakni su’udzon atau berprasangka buruk, tajassus atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain, serta ghibah atau menggunjing keburukan sesama.
Ia menjelaskan, masyarakat hendaknya mengedepankan husnudzon atau prasangka baik serta melakukan tabayyun, yakni memeriksa dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Sikap tersebut dinilai penting, terutama ketika suhu politik mulai menghangat. Informasi yang belum terverifikasi, prasangka, dan pembicaraan yang menjatuhkan orang lain berpotensi memicu kesalahpahaman hingga merusak hubungan antarwarga.
Karena itu, Fauzan mengajak masyarakat untuk tidak mudah menilai buruk orang lain, tidak mencari-cari aib, serta tidak menyebarkan keburukan yang dapat menimbulkan perpecahan.
“Sekali lagi, mari kita jaga kebersamaan dalam bermasyarakat. Ini tentu sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan damai,” jelas alumnus Fakultas Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada tersebut.
Melalui pesan tersebut, Fauzan berharap masyarakat tetap mengedepankan persaudaraan dan kedamaian dalam setiap dinamika politik. Perbedaan pilihan, menurutnya, semestinya menjadi bagian dari demokrasi yang sehat, bukan alasan untuk saling bermusuhan dan memutus tali silaturahmi. (SR)






