Bapas Sumbawa Bentuk Kelayan Binter, Perkuat Sinergi untuk Reintegrasi Sosial Eks-Warga Binaan

oleh -114 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15 Oktober 2026) – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sumbawa Besar terus memperkuat upaya reintegrasi sosial bagi mantan warga binaan atau klien pemasyarakatan. Salah satunya melalui pembentukan dan implementasi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) yang melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan dan Implementasi Kelayan Binter yang digelar di La Grande Hotel, Sumbawa Besar, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan 30 instansi dan unsur pemangku kepentingan. Mereka berasal dari jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), instansi vertikal, unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, perbankan, hingga pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa.

Selain itu, FGD tersebut juga melibatkan 15 orang klien pemasyarakatan Bapas Sumbawa Besar.

Kepala Bapas Kelas II Sumbawa Besar, Rakhmadi Cahyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan Kelayan Binter merupakan langkah konkret untuk memperkuat proses pembimbingan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan agar siap kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan proses integrasi sosial tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, melainkan membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.

“Keberhasilan integrasi sosial tidak dapat dicapai hanya melalui peran satu instansi saja, tetapi membutuhkan dukungan sinergis dari berbagai unsur masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dunia usaha, hingga sektor perbankan,” ujar Rakhmadi.

Ia menambahkan, keberhasilan Kelayan Binter tidak cukup diukur dari terbentuknya wadah kerja sama. Lebih dari itu, diperlukan komitmen yang berkelanjutan agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi klien pemasyarakatan.

Melalui program ini, para klien diharapkan dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, membangun kemandirian ekonomi, serta kembali berperan secara positif di lingkungan masyarakat.

Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Bersama UTS

Dalam FGD tersebut, turut dipaparkan inovasi pemberdayaan ekonomi hasil kerja sama Bapas Sumbawa Besar dengan Fakultas Agroindustri dan Sumber Daya Hayati Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Kerja sama pendampingan yang telah dirintis sejak 2018 ini berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan penguatan kemandirian ekonomi klien pemasyarakatan.

Koordinator pendampingan, Irwandi, S.T., M.M.Inov memaparkan rencana pengembangan program Agro Terpadu yang mencakup pengelolaan peternakan ayam dan kambing, budidaya sayuran, hingga penguatan rantai pasok komoditas.

Diungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir, sebanyak 1.500 ekor sapi telah berhasil disalurkan secara langsung melalui mekanisme pemasok atau supplier.

Selain pengembangan ekonomi produktif, Bapas Sumbawa Besar bersama UTS juga rutin melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap klien pemasyarakatan.

Melalui pembentukan Kelayan Binter dan penguatan program pemberdayaan ekonomi tersebut, Bapas Sumbawa Besar mendorong terbangunnya dukungan lintas sektor yang berkelanjutan. Dengan demikian, proses pembimbingan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban hukum, tetapi juga pada kesiapan klien untuk hidup mandiri, memperoleh kesempatan ekonomi, dan diterima kembali di tengah masyarakat. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *