SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Oktober 2026) — Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Antarpelajar SMP/MTs se-Kabupaten Sumbawa resmi bergulir, Senin (5/10/2026). Turnamen yang dipusatkan di GOR Pragas Sumbawa Besar ini mendapat sambutan antusias dari sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
Ketua Forum Komunikasi Purna Persisum (FKPPS) Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Wisnu Pujanadi, melaporkan sebanyak 65 sekolah atau tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Pesertanya berasal dari berbagai wilayah, mulai dari ujung timur, barat, selatan hingga tengah Kabupaten Sumbawa.
Menurut Wisnu, turnamen ini digelar dengan sejumlah tujuan. Di antaranya mengembangkan bakat dan minat olahraga, khususnya sepak bola di kalangan pelajar, menumbuhkan semangat olahraga, kedisiplinan dan sportivitas, serta mempererat silaturahmi antarpelajar dan sekolah.
“Yang paling penting adalah menemukan talenta-talenta muda berbakat dalam bidang sepak bola untuk dapat dibina menjadi atlet hebat di masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Wisnu.
Turnamen berlangsung mulai 5 Oktober hingga 8 November 2026. Pada babak awal, pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi, kemudian dilanjutkan dengan sistem gugur.
Wisnu menyebut kejuaraan tersebut menjadi salah satu turnamen antarpelajar terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Sumbawa. Bahkan, antusiasme sekolah dinilai masih sangat tinggi hingga menjelang penutupan pendaftaran.
“Sampai penutupan masih ada yang ingin mendaftar. Karena keterbatasan, akhirnya tidak semuanya bisa kami akomodir,” katanya.
Salah satu peserta bahkan berasal dari wilayah yang cukup jauh, yakni Batu Rontok.
Panitia juga menyiapkan hadiah pembinaan bagi para juara. Juara pertama memperoleh piala, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 10 juta. Juara kedua memperoleh Rp 7 juta, sementara juara ketiga bersama masing-masing mendapatkan Rp 5 juta.
Selain itu, disiapkan penghargaan bagi pemain terbaik serta tim fair play. Total hadiah uang yang disiapkan panitia mencapai sekitar Rp 28,5 juta.
Wisnu berharap Bupati Cup dapat ditetapkan sebagai agenda olahraga tahunan Kabupaten Sumbawa.
Sementara Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menyambut positif penyelenggaraan Bupati Cup 2026. Ia menilai turnamen sepak bola lapangan besar antarpelajar SMP/MTs ini menjadi momentum penting untuk kembali membangun budaya olahraga sepak bola sejak usia dini.
Haji Jarot mengapresiasi FKPPS yang telah menginisiasi kegiatan tersebut bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini yang saya idam-idamkan sejak dulu di Sumbawa,” katanya.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir pertandingan sepak bola mini lebih banyak digelar. Kondisi tersebut, kata Bupati, perlu diimbangi dengan pertandingan sepak bola lapangan besar agar anak-anak terbiasa bermain sepak bola dengan ukuran lapangan dan durasi pertandingan yang lebih ideal.
“Kalau terus-menerus sepak bola mini, kita khawatir terjadi penurunan kualitas stamina karena waktunya pendek dan lapangannya kecil. Karena itu, sejak usia kecil kita harus membiasakan anak-anak bermain sepak bola normal,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati memastikan Bupati Cup akan diarahkan menjadi agenda tahunan.
Ia bahkan mendorong agar penyelenggaraan tahun depan dikemas lebih terstruktur. Seleksi dapat dilakukan di setiap kecamatan sehingga turnamen bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang pencarian bibit atlet sepak bola masa depan Sumbawa.
“Kalau perlu setiap kecamatan kita seleksi. Berapa tim dari masing-masing kecamatan. Ini menjadi ajang pemilihan atlet-atlet masa depan Sumbawa,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi terhadap aktivitas fisik anak-anak. Menurutnya, kebiasaan menggunakan gawai dan perangkat digital secara berlebihan dapat membuat anak semakin jarang berolahraga.
Karena itu, ia mendorong setiap anak menekuni setidaknya satu cabang olahraga, baik sepak bola, bola voli, bulu tangkis maupun cabang lainnya.
“Kalau ada anak-anak yang membidangi satu saja olahraga, dia akan lebih aktif bergerak dan fisiknya akan lebih kuat. Ini bukan hanya untuk menjadi atlet, tetapi juga berdampak bagi kesehatan mereka sampai masa tua,” katanya.
Tak hanya menjanjikan keberlanjutan turnamen, bupati juga meminta agar hadiah Bupati Cup ditingkatkan pada penyelenggaraan berikutnya.
Ia menilai hadiah yang ada saat ini masih perlu ditambah, mengingat para peserta harus mengikuti kompetisi selama lebih dari satu bulan, termasuk bagi sekolah yang datang dari wilayah jauh.
“Tahun depan kita naikkan lagi. Juara pertama, kedua, ketiga, semuanya kita tambah. Bila perlu total hadiahnya kita naikkan menjadi Rp 50 juta,” ujarnya.
Ia juga meminta kategori penghargaan diperluas. Tidak hanya juara tim, tetapi juga pencetak gol terbanyak, pemain favorit hingga penghargaan lainnya.
“Pemain terbaik jangan hanya Rp500 ribu, minimal Rp 1 juta. Pencetak gol terbaik juga kita berikan apresiasi. Kalau perlu ada pemain favorit, bahkan penonton favorit,” katanya disambut antusias.
Bupati berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan turnamen tersebut sebagai ruang pembelajaran, persahabatan dan pembentukan karakter.
“Bermainlah dengan sportivitas. Juri harus berlaku adil. Mudah-mudahan event ini menjadi momentum menemukan atlet-atlet muda berbakat untuk masa depan Sumbawa yang lebih baik,” pungkasnya.
Pada laga perdana Bupati Cup 2026, SMPN 1 Sumbawa Besar langsung menunjukkan dominasinya. Menghadapi SMP Diponegoro Sumbawa, SMPN 1 Sumbawa Besar menang telak 5-0.
Pertandingan pembuka yang berlangsung di GOR Pragas Sumbawa Besar, Senin (5/10/2026), itu sekaligus menjadi awal dari rangkaian panjang kompetisi yang mempertemukan puluhan sekolah dari berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. (SR)






