SUMBAWA BESAR, Samawarea.com (25 September 2026) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses relatif sulit. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui peninjauan langsung kondisi sekolah di daerah terpencil.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, didampingi Camat Orong Telu, meninjau SDN Karya Baru, Kamis (24/9/2026). Sekolah tersebut berada lebih dari empat jam perjalanan dari pusat Kabupaten Sumbawa.
Dalam kunjungan itu, Wabup melihat langsung kondisi ruang belajar dan fasilitas pendukung yang tersedia. Kondisi sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
SDN Karya Baru saat ini hanya memiliki tiga bangunan, terdiri dari satu ruang guru dan dua ruang kelas. Kedua ruang kelas tersebut hanya dilengkapi sekitar dua hingga tiga bangku. Bahkan, salah satu ruang kelas masih menggunakan lantai tanah.
Melihat kondisi tersebut, Wabup H. Ansori secara simbolis menyerahkan bantuan pembangunan ruang kelas baru serta pengadaan bangku sekolah dengan nilai sekitar Rp 345 juta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas belajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi para siswa.
Wabup menegaskan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya proses pembelajaran, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Menurutnya, sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan tetap menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik, termasuk di bidang pendidikan.
Sebelumnya, kondisi SDN Karya Baru juga telah mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan tengah dikaji untuk menentukan bentuk penanganan sesuai kebutuhan sekolah dan kondisi wilayah.
Peninjauan langsung tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara perangkat daerah teknis dengan satuan pendidikan. Dengan melihat kondisi di lapangan, kebutuhan sekolah dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Bagi Kabupaten Sumbawa yang memiliki wilayah luas dan karakter geografis beragam, pemerataan sarana pendidikan menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan akses dan jarak dari pusat pemerintahan diharapkan tidak menjadi penghalang bagi peserta didik untuk memperoleh lingkungan belajar yang layak.
Bantuan pembangunan ruang kelas dan pengadaan bangku yang diserahkan dalam kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas pendidikan di SDN Karya Baru.
Selanjutnya, penanganan kondisi sekolah akan diarahkan berdasarkan hasil kajian, kebutuhan riil di lapangan, serta mekanisme pembangunan yang berlaku.
Pemkab Sumbawa pun berupaya agar pembangunan sektor pendidikan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terpencil sebagai bagian dari pemerataan pelayanan publik. (SR)






