Muis Debe
Pegiat Jejaring Literasi πππππππ΅πππ
Ketika Musyawarah Pengurus Kecamatan Partai Golkar Kabupaten Sumbawa digelar pada Sabtu, 26 September 2026 — seperti dilaporkan π ππππ€ππππ.πππ, yang terjadi bukan sekadar pelantikan pengurus baru atau pernyataan dukungan terhadap satu nama. Di halaman sekretariat partai itu, terlihat sebuah langkah awal yang terencana: menyatukan langkah, menyatukan suara, dan menunjuk satu arah.
Nama yang disepakati muncul bukan dari satu mulut saja, melainkan dari beragam lapisan β para sesepuh dan Dewan Pembina, jajaran pengurus, kader di tingkat kecamatan, hingga anggota Fraksi Golkar di DPRD Sumbawa. Dr. A. Rahman Al Amudy, mewakili Dewan Pembina dan sesepuh, menyatakan bahwa dorongan terhadap H.M. Berlian Rayes lahir dari komunikasi yang berjalan menyeluruh, merembes dari keinginan bersama. Dan ratusan kader yang hadir menyambutnya tanpa suara yang membantah. Dua puluh empat Ketua Pengurus Kecamatan terpilih secara aklamasi; semuanya sejalan, semuanya mendorong.
Kesatuan seperti ini tidak selalu mudah dicapai dalam kehidupan politik daerah. Karena itu, apa yang ditunjukkan Golkar Sumbawa patut dicatat: partai berusaha tampil utuh, tanpa retak, tanpa saling melemahkan. Ketua DPD II sekaligus calon yang didorong, H.M. Berlian Rayes, menyebutnya sebagai bukti kebersamaan. Dan ia pun menyatakan siap β menerima amanat itu sebagai kepercayaan yang diemban, bukan kemenangan yang dirayakan.
Namun di sinilah perenungan perlu dimulai. Kesatuan di dalam ruang rapat partai adalah modal yang baik, tetapi belum tentu sama dengan kepercayaan di luar sana. Rakyat Sumbawa tidak hanya menilai seberapa kokoh partai berdiri, melainkan seberapa tulus mereka yang akan maju itu memahami kehidupan warga β di desa-desa, di pesisir, di ππππππ (daerah pinggiran) yang kadang terlupakan. Dukungan kader adalah langkah pertama; memenangkan kepercayaan mereka yang tidak mengenal bendera partai adalah tugas yang jauh lebih besar.
Pilkada Serentak 2029 masih terhitung dua tahun lebih di depan. Waktu yang cukup panjang, sekaligus ujian yang nyata. Dukungan yang hangat hari ini harus tetap terjaga hangatnya hingga hari pemungutan suara β bukan dengan kata-kata, melainkan dengan kehadiran, dengan perhatian, dengan karya yang terlihat. Amanat yang diterima Berlian Rayes bukan milik partai semata; pada akhirnya, ia akan dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Sumbawa, tanpa kecuali.
Apa yang terjadi di Golkar Sumbawa adalah awal yang rapi. Namun rakyat tidak meminta awal yang rapi β mereka meminta perjalanan yang jujur, tujuan yang jelas, dan tangan yang tak lelah bekerja. Di situlah sesungguhnya pertarungan dimulai. πππππ ππππ!






