Buka Festival Ai Mangkung di Jurumapin, Bupati Tekankan Pelestarian Mata Air dan Hutan

oleh -44 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 September 2026) — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. membuka Festival Ai Mangkung Tingkat Kecamatan Buer Tahun 2026 di Lapangan Desa Jurumapin, Kamis (17/9/2026).

Festival tersebut menjadi momentum menghidupkan kembali sejarah, adat dan budaya lokal sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, seniman dan seluruh warga yang mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, Festival Ai Mangkung bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sarana mengenalkan kembali sejarah leluhur kepada generasi muda, termasuk kisah Lala Sri Menanti yang dikaitkan dengan asal-usul nama Ai Mangkung.

“Ini adalah adat yang kita kembali, budaya yang kita lestarikan, sumber daya alam yang kita lestarikan, yang akan menjadi pelajaran untuk dikenang dan dipelajari oleh anak-anak kita ke depan,” ujar Bupati.

Selain budaya, Syarafuddin Bupati Haji Jarot menegaskan pentingnya menjaga hutan dan sumber mata air Sumbawa. Ia menyatakan komitmennya menyelamatkan hutan yang masih tersisa melalui semangat Sumbawa Hijau Lestari.

“Saya tidak akan gentar. Saya akan selamatkan hutan Sumbawa yang sekarang masih tersisa,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan gagasan pemberian kompensasi berupa ternak bagi masyarakat yang melakukan penanaman di lahan tertentu.

Bupati berharap Festival Ai Mangkung terus dikembangkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk menggali potensi seni dan budaya, seperti tari, lagu Sumbawa, bagendang dan pantun. Ia juga mendorong penggunaan bahasa Sumbawa di kalangan anak-anak.

Antusiasme masyarakat mengenakan pakaian adat Sumbawa turut mendapat apresiasi. Menurutnya, festival menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Bupati Sumbawa secara resmi membuka Festival Ai Mangkung 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah menjaga sejarah, budaya, potensi generasi muda sekaligus memperkuat kepedulian terhadap hutan, mata air dan lingkungan. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *