SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Juli 2026) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tumpuan hidup bagi ribuan keluarga. Meski berkontribusi besar dalam menggerakkan ekonomi daerah, banyak pelaku UMKM yang hingga kini masih berjibaku menghadapi keterbatasan modal, persaingan usaha, hingga pendapatan yang tidak menentu.
Potret perjuangan itu tergambar dari sosok Ibu Sumarni, pedagang minuman dan makanan ringan yang telah 17 tahun mengais rezeki di sekitar Lapangan Pahlawan, Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa.
Selama hampir dua dekade, Ibu Sumarni setia menjalankan usahanya demi membantu sang suami memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan empat orang anak.
“Saya jualan untuk membantu suami karena punya empat anak yang harus dibiayai sekolah dan memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya saat ditemui belum lama ini.
Perjalanan panjang tersebut bukan tanpa tantangan. Menurutnya, kondisi usaha sangat bergantung pada ramai atau tidaknya pengunjung di lokasi berjualan. Ketika kawasan sepi, pendapatan pun ikut merosot.
Dalam sehari, Ibu Sumarni rata-rata memperoleh omzet sekitar Rp150 ribu. Namun, sebagian besar hasil penjualan harus kembali digunakan untuk membeli stok dagangan sehingga keuntungan yang diperoleh relatif kecil. Kondisi itu membuat usahanya sulit berkembang apabila hanya mengandalkan perputaran modal yang ada.
Karena itu, bantuan modal usaha menjadi harapan terbesar yang ingin diwujudkan. Namun, menurutnya, dukungan tersebut akan lebih optimal jika disertai pelatihan pemasaran digital serta pengelolaan keuangan sederhana. Dengan bekal tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Di sela perjuangannya, Ibu Sumarni juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu memulai usaha. Baginya, usaha sekecil apa pun dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kisah Ibu Sumarni menjadi cerminan perjuangan banyak pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa. Mereka membutuhkan dukungan nyata melalui akses permodalan, pelatihan, hingga pendampingan yang berkesinambungan.
Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. Dengan dukungan tersebut, UMKM tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan, tetapi juga tumbuh sebagai penggerak utama ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif. (*)
Penulis: Tria Agustin Atta Ariq, Nazhifah Nisyah, Rika Astini, dan Safira Ulandari (Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa).






