Terkendala Fiskal, Jembatan Ropang Belum Bisa Direalisasikan Tahun ini, PUPR Segera Lakukan Perbaikan Darurat

oleh -169 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 Mei 2026) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan penanganan Jembatan Ropang tetap menjadi perhatian serius meski pembangunan fisiknya belum dapat direalisasikan pada tahun 2026 akibat keterbatasan fiskal daerah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan ST yang akrab disapa Largo, mengatakan pihaknya telah menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Jembatan Ropang pada tahun 2025.

“Untuk Jembatan Ropang, kami di Dinas PUPR telah menganggarkan DED tahun 2025 dengan tipe jembatan konvensional bentang 10 meter. Estimasi biaya konstruksinya sekitar Rp 1,885 miliar dan sudah kami usulkan untuk pembangunan,” ujar Largo saat dihubungi SAMAWAREA, Selasa (19/5).

Menurutnya, usulan pembangunan tersebut telah disiapkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan keselamatan masyarakat yang melintasi jalur tersebut.

Namun demikian, lanjut Largo, kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini membuat pembangunan fisik jembatan belum bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

“Karena keterbatasan fiskal, tahun 2026 ini belum bisa kami realisasikan. Namun kami tetap berkomitmen dalam jangka pendek untuk melakukan penggantian gelagar maupun lantai kayu yang mengalami kerusakan melalui swakelola Unit Peneliharaan Rutin (UPR) Wilayah Selatan tahun ini,” tegasnya.

Langkah perbaikan darurat tersebut diharapkan dapat menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat sembari menunggu realisasi pembangunan permanen Jembatan Ropang pada tahun mendatang.

Seperti diberitakan, kondisi jembatan penghubung Kecamatan Ropang dengan tiga desa yakni Ranan, Lebangkar, dan Lawin, kini semakin memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses warga menuju pusat kecamatan tersebut nyaris ambruk akibat kayu penyangga yang sudah lapuk dan rapuh, bahkan sebagian di antaranya sudah terlepas.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu. Warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, merasa waswas karena khawatir jembatan sewaktu-waktu ambruk.

Janji Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa untuk segera menangani kerusakan jembatan hingga kini belum juga terealisasi. Warga pun mulai menagih komitmen pemerintah daerah tersebut. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *