SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9 April 2026) – Sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sumbawa dinilai menyimpan potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Rabu (8/4/2026).
Ketua Pansus, H. Zainuddin Sirat, menyampaikan bahwa pihaknya mencermati potensi ekonomi dari keberadaan ubur-ubur di Teluk Saleh. Menurutnya, Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan peluang ini dengan menyiapkan lahan yang disewakan sebagai tempat pembuangan limbah kepala ubur-ubur.
Langkah tersebut tidak hanya berpotensi menambah PAD, tetapi juga menjadi solusi untuk mencegah pencemaran lingkungan di kawasan pesisir.
Selain itu, Pansus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas upaya pemberdayaan nelayan melalui pengembangan budidaya udang, garam, lobster, dan kerapu. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Namun demikian, Pansus mendorong agar pengembangan budidaya, baik ikan air laut maupun air tawar, terus ditingkatkan melalui dukungan bantuan modal usaha dan penyediaan peralatan. Hal ini mengingat potensi sumber daya kelautan Sumbawa yang dinilai sangat menjanjikan.
Di sisi lain, Pansus juga menyoroti masih adanya potensi PAD yang belum tergarap optimal. Salah satunya berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik (PBJT-TL) pada tambak udang di Maci yang diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar namun belum masuk ke kas daerah.
Tak hanya itu, potensi besar lainnya juga datang dari sektor cold storage. Pansus menyebutkan, potensi PAD dari fasilitas penyimpanan hasil perikanan tersebut dapat mencapai hingga Rp 300 miliar per tahun.
Menurut Pansus, pembangunan cold storage di Kabupaten Sumbawa sangat strategis untuk mendukung sektor perikanan sekaligus menjadi sumber PAD baru. Pembangunannya dapat dilakukan melalui skema swakelola maupun kerja sama bagi hasil dengan pihak ketiga.
“Ke depan, sektor kelautan dan perikanan harus mampu melakukan pemetaan potensi dan menghadirkan inovasi agar peluang PAD yang besar ini tidak terlewatkan,” tegasnya. (SR)






