REALISASI PROGRAM UNGGULAN 06 JAROT-ANSORI
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26/2/2026) – Memperkuat sektor pertanian menjadi komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP – Drs. H. Mohamad Ansori melalui realisasi Program Unggulan 06 Jarot-Ansori. Program ini diwujudkan dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Benih, Pupuk dan Harga Gabah serta Jagung.
Kepada samawarea.com, Kamis (26/2/26), Bupati Sumbawa yang disapa Haji Jarot mengatakan, langkah ini menjadi strategi konkret Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam melindungi kepentingan petani, sekaligus memastikan stabilitas produksi dan harga komoditas pertanian utama daerah.
Dalam pelaksanaannya, telah terbentuk Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tingkat kabupaten. Tim ini berfungsi melakukan pengawasan terhadap distribusi pupuk dan pestisida agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.
Satgas ini juga dibangun melalui sinergi lintas sektor. Keanggotaannya terdiri dari unsur perangkat daerah serta instansi terkait yang berkesesuaian, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara terpadu dan efektif.
“Program ini dijalankan di bawah koordinasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa. Peran instansi ini menjadi sentral dalam mengoordinasikan pengawasan distribusi input pertanian sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen,” ujarnya.
Lebih jauh disebutkan Bupati, Satgas Pengaman Petani memiliki dua fokus utama.
Pertama, pengamanan input pertanian, yakni memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi benih serta pupuk bagi petani. Pemerintah daerah ingin menjamin bahwa petani mendapatkan sarana produksi secara cukup, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.
Kedua, menjaga stabilitas harga hasil tani, khususnya untuk komoditas strategis seperti gabah dan jagung. Satgas bertugas mengawal harga pasar agar tetap menguntungkan petani serta mencegah praktik permainan harga yang merugikan.
Bupati berharap melalui Program Unggulan 06 ini, kesejahteraan petani semakin meningkat, produktivitas pertanian terjaga, dan stabilitas ekonomi daerah dapat diperkuat secara berkelanjutan. (SR)






