MATARAM, samawarea.com(25 Februari 2026) – Satu tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda ditandai capaian positif di sektor pembangunan manusia. (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 73,97, meningkat dari 73,10 pada tahun 2024.
Kenaikan sebesar 0,87 poin atau tumbuh 1,19 persen ini menempatkan IPM NTB tetap berada pada kategori tinggi. Capaian tersebut menjadi salah satu peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan mempertegas arah kebijakan pemerintahan Iqbal–Dinda yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.
Kepala BPS NTB menjelaskan, kenaikan IPM ditopang oleh perbaikan seluruh indikator pembentuknya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak yang sama-sama menunjukkan tren pertumbuhan sepanjang 2024–2025.
Pada sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup meningkat 0,35 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Bayi yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki harapan hidup hingga 72,60 tahun. Peningkatan ini mencerminkan membaiknya akses layanan kesehatan, kualitas gizi masyarakat, serta efektivitas program promotif dan preventif pemerintah daerah.
Di dimensi standar hidup layak, rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat Rp316 ribu atau tumbuh 2,72 persen. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin menguat, sejalan dengan stabilitas ekonomi lokal dan berbagai langkah pengendalian inflasi serta penguatan ekonomi rakyat oleh Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota.
Penguatan sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi desa menjadi bagian penting strategi tersebut. Program pasar murah, bazar pangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok, hingga perluasan akses pembiayaan usaha dinilai mampu memastikan pertumbuhan ekonomi lebih dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara pada sektor pendidikan, capaian menonjol terlihat dari peningkatan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas yang naik 0,34 tahun, dari 7,87 tahun menjadi 8,21 tahun pada 2025. Artinya, masyarakat NTB kini rata-rata mengenyam pendidikan lebih lama dibanding tahun sebelumnya.
Harapan Lama Sekolah juga meningkat dari 13,98 tahun menjadi 13,99 tahun. Meski relatif kecil, indikator ini tetap menunjukkan adanya perbaikan akses pendidikan dasar dan menengah.
BPS mencatat, peningkatan sektor pendidikan turut didorong pelaksanaan ujian kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi anak-anak putus sekolah. Program ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah sekaligus membuka kembali akses pendidikan bagi kelompok rentan.
Di era kepemimpinan Iqbal–Dinda, sektor pendidikan mendapat perhatian serius melalui penguatan bantuan pendidikan, afirmasi bagi keluarga kurang mampu, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta perhatian khusus terhadap pesantren dan pendidikan nonformal. Pendekatan ini memastikan pembangunan manusia menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil.
Meski demikian, BPS memberikan catatan penting terkait masih tingginya angka pernikahan usia anak serta fenomena anak muda yang harus mengurus keluarga sejak usia belia. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius karena berpotensi menekan harapan hidup dan meningkatkan risiko putus sekolah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat intervensi lintas sektor, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan perlindungan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga agar capaian IPM dapat berkelanjutan.
Dibandingkan tahun 2024, capaian 2025 menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang lebih terarah. Kenaikan IPM sebesar 0,87 poin menjadi bukti bahwa satu tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda berada pada jalur yang tepat: menghadirkan pembangunan inklusif, memperkuat fondasi sumber daya manusia, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
Ke depan, Pemprov NTB menegaskan komitmennya menjaga momentum melalui penguatan layanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan kemiskinan, serta kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Dengan fondasi awal yang kuat di tahun pertama, NTB optimis mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadikan pembangunan manusia sebagai inti transformasi daerah. (SR)






