Rizal Fikri (Ruli) DPRD KSB Soroti Banjir Jrewe, Tekankan Pentingnya Pelestarian Lingkungan

oleh -323 Dilihat

Sumbawa Barat. Samawarea. Com ( 27/2/2026)Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Rizal Fikri yang akrab disapa Ruli, menyoroti peristiwa banjir yang melanda wilayah Jrewe sebagai peringatan serius bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Ruli, banjir Jrewe tidak boleh dianggap sebagai bencana musiman semata, melainkan harus dijadikan momentum evaluasi bersama terhadap kondisi lingkungan, khususnya di kawasan hulu sungai. Ia menilai, salah satu faktor utama penyebab banjir adalah kerusakan hutan akibat aktivitas tambang emas dengan sistem perendaman yang berdampak buruk terhadap ekosistem.

“Banjir Jrewe harus kita jadikan pelajaran bahwa melestarikan lingkungan itu sangat penting. Salah satu faktor penyebab banjir adalah adanya kerusakan hutan di hulu sungai akibat tambang emas dengan sistem perendaman yang merusak lingkungan, bahkan merusak hutan sehingga berkurangnya pohon sebagai tampungan air,” tegas Ruli.

Ia menjelaskan, hutan memiliki fungsi vital sebagai daerah resapan air. Ketika tutupan hutan berkurang drastis, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan juga menurun. Akibatnya, air dengan cepat mengalir ke daerah rendah dan memicu banjir saat curah hujan tinggi.

Ruli menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia mendorong Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) agar segera berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan penghijauan kembali di wilayah yang terdampak kerusakan lingkungan.

“Saya berharap KPH bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan penghijauan terhadap lingkungan yang rusak. Apabila diabaikan, banjir pasti akan terjadi lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya rehabilitasi hutan tidak hanya sekadar menanam pohon, tetapi harus diikuti dengan pengawasan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan di kawasan hulu sungai. Penataan dan pengendalian aktivitas tambang, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mencegah bencana serupa di masa mendatang.

Di sisi lain, Ruli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat atas respons cepat dalam menangani dampak banjir. Ia menilai langkah sigap pemerintah dalam membantu para korban patut diapresiasi.
“Saya berterima kasih kepada Pemda yang sudah merespons cepat pasca banjir dan membantu korban banjir,” katanya.

Ruli berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, serta pemangku kepentingan dapat menjadikan peristiwa banjir Jrewe sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam, agar kesejahteraan masyarakat tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *